Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Desa Nagerawe Nagekeo Sebut Belum Merdeka
Regional NTT

Warga Desa Nagerawe Nagekeo Sebut Belum Merdeka

By Redaksi20 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan rusak menuju Desa Nagerawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-  Tinggal 3,5 bulan lagi Indonesia akan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekan ke 72.

Namun, di usianya yang ke-72 itu,  warga Desa, Nagerawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo menyebut mereka belum merdeka selayaknya daerah-daerah lain di Indonesia.

Warga Nagerawe menyebut belum merdeka lantaran mereka belum menikmati infrastruktur yang memadai dan rusak parah. Selain itu, hingga kini mereka belum menikmati penerangan listrik.

Pantauan VoxNtt.com Sabtu (20/5/2017), jalan panjang dan belubang harus dilalui menuju Desa Nagerawe.

Kendaraan roda empat maupun roda dua melintasi jalur itu harus ekstra hati-hati karena jalan banyak yang berlubang.

Memasuki desa tersebut tersaji suatu pemandangan yang baru, yakni perumahan yang berbaur dalam pekatnya malam lantaran ketiadaan listrik. Hanya remang-remanng lampu pelita yang dibuat dari kaleng susu Indomilk.

Ardus Key, warga Desa Nagerawe kepada VoxNtt.com mengatakan, kondisi yang mereka alami pernah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (Musrembangdes).

Setiap Musrenbangdes Nagerawe, warga selalu mengajukan permintaan untuk mendapatkan jaringan listrik. Namun sampai saat ini belum terealisasi. Begitu pun jalan rusak itu segera diperbaiki.

Untuk listrik, hanya sekitar 10 Kepala Keluarga (KK) saja yang bisa membelikan generator. Itu pun karena ekonomi mereka cukup mampu. Sedangkan sebagian besar warga Desa Nagerawe masih gunakan lampu pelita yang sumbunya dibuat dari kepok.

Ardus mengaku bukan hanya persoalan listrik, tetapi soal lain yakni air minum bersih.

Untuk mendapatkan air bersih masyarakat harus baku rebut. Karena air minum bersih pada musim panas debitnya berkurang.

Jadi, siapapun yang ingin mengunjungi Desa Nagerawe tak jarang mereka terkena sakit perut di malam hari lantaran konsumsi bukan air bersih. (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleNiat Gagalkan Pungli, Dokter Pelabuhan Labuan Bajo Nyaris Kena Jotos Atasannya
Next Article Kisah Syafrudin, Seorang Penjahit Sepatu di Pinggiran Jalan Soekarno Ende

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.