Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pembangunan Kantor Dinas Pertanian Ngada Molor
Regional NTT

Pembangunan Kantor Dinas Pertanian Ngada Molor

By Redaksi24 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pembangunan Kantor Dinas Pertanian Ngada Molor
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Pembangunan Kantor Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (P3) Ngada hingga kini molor.

Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum yang berlokasi di Kecamatan Bajawa itu molor dari waktu yang ditentukan.

Proyek itu dimulai awal tahun lalu dan sesuai jadwal harus selesai pada akhir 2016.

Pembangunan dikerjakan oleh PT Tiga Putra Sejati Mandiri KSO dan PT Sukses Karya Inovatif dengan pagu dana sebesar Rp 4.255.268.000.

Menurut beberapa pekerja yang ditemui VoxNtt.com, Rabu (24/5/2017), di sela-sela kegiatan pekerjaan menjelaskan, molornya pembangunan tersebut dikarenakan pengiriman bahan material dari kontraktor sering terlambat.

Tak hanya soal keterlambatan material, upah buruh pun sering terlambat. Sehingga semangat kerja sama sekali tidak ada.

“Kita mau semangat bagaimana material juga sering terlambat. Sedangkan gaji kita selalu terlambat. Sehingga keterlambatan gaji banyak pekerjaan yang kabur. Ini tinggal kita 10 orang. Di antaranya dari Jawa tinggal 6 orang, sedangkan orang Flores tinggal 4 orang,” aku pekerja, Supari, Asmari, Goris, dan Oki.

Para pekerja itu mengaku, setiap kali meminta upahnya namun jawaban dari pemborong yakni ATM rusak.

Minta Penegak Hukum Segera Periksa

Terpisah Wakil Ketua DPRD Ngada Selly Raga mengatakan, keterlambatan itu menunjukkan lemahnya pengawasab pemerintah kabupaten Ngada.

“Saya akan telepon komisi II DPRD Ngada untuk segera turun melakukan monitoring. Bilamana benar terjadi kita akan panggil pemerintah dan rekanan untuk mempertanggung jawabkan itu,” tegasnya.

Ia juga meminta penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap dinas terkait yang menangani pembangunan itu.

Hingga berita ini diturunkan VoxNtt.com belum berhasil mengonfirmasi pihak rekanan proyek.

Sementara Kadis PU Ngada Tewe Silvester saat menyambangi kantornya sedang tidak berada di tempat.

“Maaf pak, pak kadisnya ke Jakarta, hari senin baru masuk kantor,” kata salah satu staf yang ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya. (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticleBreaking News: Sepasang Pemuda Ditemukan Tewas di Hotel Safari Ende
Next Article Marsel Ahang: Laporan Polisi Osi Gandut Tidak Menyentuh Pokok Masalah

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.