Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Galian Batu di Nte’er Tak Ditertibkan, Keselamatan Pengguna Jalan Terancam
Regional NTT

Galian Batu di Nte’er Tak Ditertibkan, Keselamatan Pengguna Jalan Terancam

By Redaksi29 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi penggalian batu (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Beberapa tahun terakhir, aktivitas galian batu di samping jalan negara Ruteng-Labuan Bajo di Nter Desa Mata Wae Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai berjalan masif. Fenomena itu membuat keselamatan pengguna jalan negara ini terancam.

Ancaman itu menjadi terbuka ketika galian batu itu berlangsung di bukit yang letaknya persis di samping jalan. Namun, anehnya sampai sekarang aktivitas galian tersebut tak kunjung ditertibkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai.

Lorens Hambut, pengendara sepeda motor yang mengaku berasal dari Lembor Manggarai Barat kepada VoxNtt.com, Minggu (29/5/2017) mengaku was-was tiap kali melewati titik itu. Sebab jika tidak, cetus Hambut, celaka pasti menimpanya.

“Takutnya nanti pas lewat ada batu yang jatuh dari atas atau mungkin longsor. Kita kan tidak tahu. Makanya kalau lewat di sini saya selalu lihat ke atas sambil memacu kendaraan lebih laju,” katanya.

Pernah suatu ketika, kisah Hambut, ia berkendara dari Lembor ke Ruteng. Sampai di titik itu, ia terpaksa berhenti karena ada dua orang yang sedang melakukan aktivitas galian batu.

“Saya lihat waktu itu ada satu orang di atas gali batu dan guling ke jalan. Satunya lagi tinggal di jalan untuk sein kendaraan supaya jangan lewat dulu. Pas batunya sampai di jalan baru kami dipersilakan lewat,” jelasnya.

Karena itu, ia heran dengan sikap Pemkab Manggarai yang terkesan membiarkan aktivitas galian itu terus berlangsung. Padahal, jelas sekali aktivitas itu sangat berbahaya bagi penguna jalan.

“Saya harap pemerintah turun tangan untuk larang mereka itu. Sebab kalau tidak, bisa saja nanti ada orang yang mati di sini,” pintahnya. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai
Previous ArticleKapolres TTS: Seprianus Meninggal Karena Dianiaya Sesama Tahanan
Next Article Kuda Bupati Ngada Raih Juara Satu

Related Posts

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.