Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»GMNI Nagekeo: Pancasila Harga Mati
MAHASISWA

GMNI Nagekeo: Pancasila Harga Mati

By Redaksi1 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aksi peringatan hari Pancasila di Nagekeo, Kamis (1/6/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo, NTT menegaskan Pancasila yang saat ini menjadi falsafah Negara Indonesia adalah harga mati.

Siapa pun tidak boleh mengubahnya. Apalagi menebarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Pancasila.

“Saya pikir kita adalah negara hukum yang dasarnya adalah Pancasila. Maka organisasi apa pun, nama apa pun, bergerak di bidang manapun, apalagi organisasi kemasyarakatan tentu tidak boleh menebarkan ajaran yang bertentangan dengan dasar-dasar kita berbangsa dan bernegara,” ujar Ketua GMNI Cabang Nagekeo, Frederikus Fardin Rewa Bay, dalam orasi aksi damai ‎di halaman Kantor Bupati Nagekeo, Kamis (1/6/2017).

Baca: Aksi Peringatan Hari Lahir Pancasila di Nagekeo, Kader GmnI Dikatai Anjing

Frederikus mengatakan pemerintah Indonesia pun sudah bersepakat mengenai Pancasila sebagai dasar negara. Oleh sebab itu, upaya mengubah dasar negara harus tegas dilarang.

“Upaya mengubah dasar kita berbangsa dan bernegara, mengubah Pancasila, adalah sesuatu yang harus kita tentang dan kita larang hidup di tengah-tengah masyarakat kita. Kita sejak dulu kala sudah bersepakat bulat bahwa dalam berbangsa dan bernegara, kita diikat dengan suatu dasar yang bernama Pancasila,” tegasnya.

Dia menegaskan bentuk negara Republik dan dasar Negara pancasila sudah final. Para pendiri bangsa sudah mengorbankan jiwa dan raga untuk berdirinya negara Indonesia.

“Pancasila telah disepakati sebagai konsensus bersama sudah bersifat final dan tidak dapat diganti karena sudah sesuai dengan kultur dan aturannya negara bangsa ini,” tukas Frederikus.

Karenanya, dia mengajak agar saat ini harus mengantisipasi adanya upaya-upaya menggantikan Pancasila.

Seluruh elemen masyarakat di Indonesia, pemerintah dan aparat penegak hukum diminta tegas menyikapi situasi yang sedang menggangu keberadaan Pancasila.

“Jangan menjadi bangsa yang lupa dan terlupakan akan sejarah. Sudah saatnya pemuda Indonesia meneguhkan dan menjalankan nilai-nilai komitmen kebangsaan bersama, terutama Pancasila dan UUD 45,” katanya.

Baca: ​Wakil Bupati Nagekeo Siap Mengganti Peralatan Aksi GMNI yang Dirusak Pol PP

“Agar pemuda makin peduli atas bangsanya untuk menjadi bangsa yang besar untuk merajut komitmen kebangsaan kita sebagai rakyat Indonesia, melainkan sudah saatnya melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45,” tambah Frederikus.

Dalam orasinya pula, Frederikus mengatakan dalam kehidupan kebangsaan hari ini tampak jelas bahwa makin banyak pemuda terjebak dengan hedonisme dan individualisme yang berlebihan.Sehingga, para pemuda itu tidak peduli kondisi bangsa Indonesia.

“Olehnya GMNI Cabang Nagekeo mengajak pemerintah untuk segera menghentikan kegiatan-kegiatan organisasi anti pancasila yang ada di Indonesia untuk menyatukan kembali nilai persatuan yang sempat renggang,” ujar Frederikus. (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleMahasiswa: Pejabat dan Pemodal adalah Ancaman Bagi Pancasila di Sikka
Next Article Soal Penggalian Batu di Nte’er, Pastor Martin Jenarut: Pemkab Harus Tindak Tegas

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.