Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Lapen Jengok-Golo Nderu Mulai Rusak, Begini Respon Dinas PU Matim
Regional NTT

Jalan Lapen Jengok-Golo Nderu Mulai Rusak, Begini Respon Dinas PU Matim

By Redaksi1 Juni 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruas jalan Jengok-Golo Nderu yang sudah rusak (Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Proyek Lapisan Penetrasi (Lapen) pada ruas jalan Jengok- Golo Nderu, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sudah mulai rusak. Padahal, proyek Lapen itu baru dikerjakan pada tahun 2016 lalu.

Jalan itu diduga rusak karena kualitas buruk dan sering dilalui kendaraan proyek yang berkapasitas besar.

Baca: Baru Satu Tahun Jalan Lapen Jengok-Golo Nderu Mulai Rusak

Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas harian (Plh) Kepala Dinas PU Matim, Yoseph Marto  yang dikonfirmasi via telepon, Kamis (1/6/2017), menjelaskan ruas jalan lapen itu rusak akibat setiap hari selalu dilewati alat berat dan kendaraan angkut material untuk proyek Bendungan dan Irigasi Wae Laku.

Kondisi jalan kata dia, tidak menahan beban kendaraan.

Menurut Marto, Dinas PU Matim sudah melakukan komunikasi dengan kontraktor pelaksana pekerjaan jalan lapen tahun 2016 lalu dengan PPK proyek irigasi Wae Laku.

Komunikasi itu bertujuan untuk membicarakan perbaikan jalan yang rusak itu. Saat ini jalan tersebut belum bisa diperbaiki karena pendropingan material untuk membangun bendung dan irigasi Wae Laku masih dilakukan.

Lanjut Marto, pihaknya tetap berupaya supaya kontraktor proyek jalan lapen dan kontraktor proyek irigasi bisa memperbaiki kerusakkannya. Apalagi jalur tersebut masih masa pemeliharaan

Perbaikan akan dilakukan setelah material proyek irigasi selesai atau saat kendaraan tidak mengangkut material lagi.  (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleDana Bebas Lahan Jadi Kendala Pembangunan SMAN Kangae
Next Article Mahasiswa: Pejabat dan Pemodal adalah Ancaman Bagi Pancasila di Sikka

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.