Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Stop Tambang, Pemerintah di NTT Diminta Fokus Benahi Ketahanan Pangan
HEADLINE

Stop Tambang, Pemerintah di NTT Diminta Fokus Benahi Ketahanan Pangan

By Redaksi3 Juni 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Dalam rangka memperingati Hari Anti Tambang (HATAM) yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2017, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT melakukan aksi tolak tambang di Kawasan Goa Kristal, salah satu bagian Bentang Alam Karst Bolok, Kota Kupang.

Aksi yang baru dilakukan pada tanggal 03 Juni 2017 ini melibatkan beberapa komunitas peduli lingkungan seperti JATAM, Sahabat Alam NTT, Waihumba, Slankers Metal Rock Kupang dan P9 Prodi Komunikasi Unwira.

Para peserta aksi membawa berbagai atribut kampanye mulai dari spanduk dan poster yang berisi tulisan penolakan terhadap perluasan industri tambang di NTT. 

Beberapa atribut aksi bertuliskan  “NTT Butuh Pangan bukan Tambang”, “Selamatkan Kawasan Bentang Alam Karst Bolok dari pertambangan”, “82 persen sector konsumsi NTT berasal dari Impor” dan “Stop Tambang, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Air”

Aldo Judin, selaku koordinator kegiatan menuturkan bahwa selain memperingati hari tambang, tujuan aksi ini adalah menyuarakan dengan tegas penolakan terhadap segala kegiatan penambangan yang diizinkan oleh pemerintah di bumi NTT karena dinilai memiliki banyak dampak buruk terhadap lingkungan hidup. 

Menurutnya, dengan diterbitkannya 309 izin tambang di NTT oleh pemerintah di NTT, maka secara otomatis pemerintah turut mendukung kegiatan perusakan terhadap lingkungan. 

“Pendapatan Asli Daerah NTT 80% lebih berasal dari pertanian dan peternakan sementara pertambangan hanya nol koma sekian persen. Pemerintah seharusnya tidak memberikan ruang bagi pertambangan yang jelas lebih banyak dampak buruknya di NTT,” ujar Aldo 

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi juga menegaskan 3 hal penting melalui aksi ini. 

Yang pertama, sebagai bentuk peringatan kepada publik bahwa saat ini kita sedang berada dalam kondisi krisis pangan dan pemerintah pun harus menghentikan perizinan tambang serta mengevaluasi kembali perizinan tambang yang sudah diberikan. 

“ Berdasarkan Mandat Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup di Maumere tahun lalu, 32 lembaga anggota WALHI NTT yang tersebar di Sumba, Flores, Timor sepakat NTT bisa sejahtera tanpa tambang,” ujarnya.

Ganungan aliansi aksi tolak tambang (Foto: Dedy)

Kedua, bentang alam karst di Bolok dan sekitarnya adalah kawasan yang yang seharusnya juga dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak untuk ditambang. 

Berikutnya, kegiatan ini juga mengajak publik di NTT untuk melihat persoalan-persoalan nyata di masyarakat NTT dan menolak investasi tambang yang dinilai sangat tidak cocok di NTT. 

Menurutnya, persoalan yang perlu difokuskan oleh pemerintah adalah pangan dan air demi keberlangsungan kehidupan masyarakat di NTT. 

“ Sebaiknya Pemerintah NTT menyudahi saja mimpi untuk mensejahterakan rakyat NTT dari tambang. Bangunlah NTT sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungannya yang mana NTT adalah propinsi kepulauan,” tuturnya.

HATAM diperingati setiap tahun oleh berbagai komunitas di Indonesia sebagai upaya untuk melawan lupa tragedi lumpur Lapindo di Jawa Timur pada 29 Mei 2006 silam. 

WALHI NTT dan berbagai komunitas lainnya pada tahun ini memperingati HATAM dengan mengangkat tema “ Tolak Tambang Pulau Pulau Kecil, NTT Butuh Pangan bukan Tambang”. (Kontributor: DH/VoN).

Previous ArticleProses Hukum Masih di Polres Manggarai, Kades Waling: Itu Hal Biasa
Next Article Puisi-Puisi Yohan Lejap (Catatan oleh Redaksi)

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.