Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Umat Muslim dan Ormas Islam NTT Tolak Paham Radikalisme
HEADLINE

Umat Muslim dan Ormas Islam NTT Tolak Paham Radikalisme

By Redaksi7 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para Pengurus PWNU NTT bersama ormas Islam berpose bersama saat acara buka puasa bersama (Foto: Mou/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa ormasi Islam lainnya sepakat untuk menolak keberadaan kelompok radikal baik tingkat nasional maupun tingkat provinsi.

Demikian disampaikan Ketua PWNU NTT, Jamal Ahmad, pada acara buka puasa bersama bulan suci ramadhan 1438 H di Salebes Resto Kelurahan Kayu Putih no I A, Minggu (04/06/2017).

Kegiatan buka bersama ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat nilai-nilai berkebangsaan yang akhir-akhir ini mulai kendur akibat goncangan politik yang mengatasnamakan SARA.

Para pendiri bangsa, kata Jamal telah berjuang untuk memerdekakan negara ini dengan darah dan air mata. Begitu pula segenap komponen bangsa dipersatukan dalam bingkai kebhinekaan yang tidak membeda-bedakan suku, ras dan agama.

“Jika hari ini kita tidak ambil sikap secara tegas maka bangsa kita serta  generasi kita diambang kehancuran. NU harus menolak paham-pahan radikal yangg datang ataupun masuk ke wilayah kita harus ditolak,”tegasnya.

Jamal menambahkan, berbagai isu yang telah berkembang perlu diambil sikap tegas agar tidak menyebar sampai ke akar rumput.

“Tindakan ini telah merusak nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan, lebih khusus di wilayah kita umat muslim yang berada dalam wilayah minoritas,” paparnya.

Penolakan paham radikal ini juga ditegaskan oleh KH Abdul Kadir Makarim, ketua MUI NTT.

Karim mengatakan untuk mencegah paham radikal ini sebaiknya tokoh islam turun ke sekolah-sekolah di bawah lembaga Nahdlatul Ulama. Selain  itu, kaum muda yang muslim juga harus diberi pemahaman agar tidak terpengaruh dengan paham-paham radikal.

“NU menolak segala bentuk radikalisme, karena radikalisme bukan ajaran nabi Muhammad, NU wajib membentengi warganya dengan pendidikan melalui pesantren dan elemen-elemen lainnya agar selalu menjaga empat pilar kebangsaan yang telah dibangun,”tuturnya. (Mou/VoN)

Kota Kupang
Previous ArticleKMK se-Keuskupan Agung Kupang Bangun Kebersamaan Melalui Pentas Seni
Next Article Muslimat NU NTT: Peran Ibu Sangat Besar Menangkal Radikalisme

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.