Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Tour de Flores Harus Ada Evaluasi
Ekbis

Tour de Flores Harus Ada Evaluasi

By Redaksi22 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Tangur, pemilik Kantor Hukum TAP Yohanes Tangur & Partners Jakarta (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Yohanes Tangur, pemilik Kantor Hukum TAP Yohanes Tangur & Partners Jakarta meminta pemerintah provinsi NTT agar mengevaluasi kegiatan Tour de Flores (TdF) tahun 2016 lalu.

Menurut John, evaluasi harus dilakukan sebab kegiatan balap sepeda internasional di Pulau Flores itu telah memakai anggaran Negara. Apalagi, TdF sudah menjadi event tahunan oleh pemerintah.

“Pentingnya evaluasi agar Pemda seluruh Flores dan Lembata serta pelaku pariwisata mengetahui di mana hal-hal yang perlu diperbaiki,” ujar salah satu warga Flores Manggarai yang berdomisili di Jakarta itu kepada VoxNtt.com, Kamis (22/6/2017) malam.

Baca: Tour de Flores dan Etape Mitos Pariwisata

Dia menegaskan, TdF pada Mei tahun 2016 lalu itu masih menyisakan tanda tanya besar bagi masyarakat.

Pertanyaan kata dia terutama karena TdF 2016 tidak pernah diumumkan atau dievaluasi kepada pelaku pariwisata dan masyarakat Flores, apakah ada manfaat atau tidaknya dari ajang tersebut.

Baca: Tolak Tour de Flores 2017

Hal ini tentu saja merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah dan panitia karena telah memakai anggaran yang bersumber dari APBN, APBD I NTT, dan APBD II tiap-tiap kabupaten di Pulau Flores.

“Yang tidak kalah penting dari evaluasi yaitu untuk mengetahui apakah ada perubahan kunjungan turis ke Flores dikarenakan event TdF tersebut,” terang John.

Dia menilai, TdF yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dengan maksud menjadikan NTT sebagai daerah tujuan wisata (new tourism territory) adalah program mulia. Karena itu, evaluasi menjadi sangat penting untuk menjalankan program tersebut.

Sebagai masukan sebut John, untuk TdF kedua yang dijalankan Juli mendatang masing-masing Pemda di Flores menyiapkan satu malam khusus untuk memperkenalkan budaya dan kuliner lokal ke peserta perlombaan. (Adrianus Aba/VoN)

Kota Kupang Manggarai
Previous ArticleBupati Tote: Pejabat Jangan Nakal
Next Article Upaya Jadi Sekolah Negeri, Ini Alasan SMA Katolik Thomas Morus Ende

Related Posts

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.