Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Puisi-Puisi Francis Mura (Catatan oleh Redaksi)
Regional NTT

Puisi-Puisi Francis Mura (Catatan oleh Redaksi)

By Redaksi25 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi-puisi Francis Mura

LIMA JARI IBU I

Lima jari ibu berdiri tegak

Menopang rumah mengatap anak

Biar tidak roboh jua koyak.

Suatu hari ibu jari ibu luka

Tersayat belati anak negeri

Yang merasa diri tiri.

(Wailiti, 1 Juni 2017)

 

LIMA JARI IBU II

Lima jari, membelai tanpa kecuali

Hitam putih, warna warni.

Mulai dari sudut rumah tanpa pelita

Hingga ruang paling benderang

Ketika musuh datang

Lima jari ibu mengepal, kokoh

Menghujam jantung penjahat

Tanpa ampun.

(Pondok Rogate, 1 Juni 2017)

 *Francis Mura Lahir, Diawatu- Nagekeo 13 April 1993

Alumnus SMAN 1 Keo Tengah, Maunori- Nagekeo, Flores

Saat ini menjadi Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere

Tinggal di Biara Rogationis- Maumere

 ————————————————————————————————————————————

Pesan Ke-Indonesiaan dari Lima Jari Ibu

(Catatan Atas Puisi-puisi Francis Mura)

Oleh Hengky Ola Sura-Redaksi Seni Budaya VoxNtt.com

 Mendalami puisi Lima Jari Ibu I dan Lima Jari Ibu II dari Francis Mura kita diajak merefleksikan situasi kebangsaan. Dari rumah yang bernama Indonesia Lima Jari Ibu I melukiskan peluk Ibu Pertiwi yang tetap tampak  merangkul. Dan pada Lima Jari Ibu II mengungkapkan ibu yang melindungi itu penuh amuk dan amarah. Francis dan tentunya pembaca puisi-puisinya pada edisi ini diajak untuk melihat realitas tentang wajah negeri atau ibu pertiwi yang sendu, yang karut-marut. Dua puisi ini tampak sangat sederhana dengan permainan diksi yang biasa saja tapi menghadirkan pesan pembacaan yang kuat untuk melihat ke-Indonesiaan kita yang pluralis itu.

Puisi atau karya seni lainnya saya kira adalah pengungkapan semacam harmoni, keseimbangan dasariah antara segala kenyataan di atas bumi. Fenomen dasar seni adalah keindahan yang berkarakteristik sekaligus objektif dan subyektif. Seni objektif sejauh yang indah itu menampakkan diri dalam dirinya sendiri. Sedangkan subjektif sejauh yang indah itu menampakan diri kepada kesadaran manusia sebagai pemberi arti, untuk kemudian melahirkan bentuk-bentuk simbolis seni (karya seni). Namun pada dasarnya bentuk-bentuk karya seni dijadikan dari persatuan dua kutub di atas. Maka dua puisi dari Francis adalah gerak jiwa  atau gerak hidup yang diberi nilai estetis sehingga mengajak kita untuk aktif dan membebaskan yang sendu juga karut-marut itu.

            Puisi Lima Jari Ibu I dan Lima Jari Ibu II jika saja dirunut pada praksis kebudayaan  ke-Indonesiaan yang  pluralis, maka ia mengandung pesan moral untuk tidak membuat pertiwi yang khas karena keberagaman itu menjadi sendu karena laku anak bangsanya. Lima jari ibu tetap harus diwujudkan dalam kebanggan karena semua merasa berumah bernama Indonesia.***

Previous ArticleBenny Harman Beri Sinyal Soal Calon Wakilnya di Pilgub NTT
Next Article Ribuan Jemaah Shalat Idul Fitri 1438 H di Halaman Masjid Desa Siru Mabar

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.