Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pecat Tenaga Medis Dengan Alasan Asusila, RS St. Gabriel Kewapante Diadukan ke Nakertrans
KESEHATAN

Pecat Tenaga Medis Dengan Alasan Asusila, RS St. Gabriel Kewapante Diadukan ke Nakertrans

By Redaksi4 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dialog antara Forum Peduli Kesehatan Orang Miskin dan Disnakertran Sikka bersama manajemen RS St. Gabriel Kewapante
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Lantaran memberhentikan pekerja dengan alasan asusila, pihak Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante dan Yayasan Senmanns diadukan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka.

Para pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Peduli Kesehatan Orang Miskin tersebut mendatangi Kantor Disnakertrans pada Selasa (4/7/2017) dipimpin oleh Marianus Moa dan Marsel Ishak.

Para pekerja yang diberhentikan antara lain Arnoldus Yanses Igo, Maria Erviana Raga, dan Yusta Reinildis Kasang.

Ketiganya masing-masing merupakan tenaga radiologi dan bidan pada rumah sakit swasta Katolik tersebut.

Selain ketiganya, masih ada 1 orang tenaga medis lainnya yang juga turut dipecat dengan alasan serupa namun tidak hadir dalam aksi protes tersebut.

Ketiganya diberhentikan pada Senin 19 Juni lalu tanpa melalui teguran terlebih dahulu.

Karena itu ketiganya menuntut keadilan. Pasalnya, tuduhan asusila tersebut dinilai tidak benar.

“Tolong dijelaskan maksud asusila itu apa? Lalu dasarnya apa?,” pungkas Arnoldus Yansen Igo yang dipecat usai menikah dengan tunangannya belum lama ini.

Sejalan dengan Arnoldus, Maria Erviana dan Yusta Kasang mempertanyakan tuduhan asusila.

Pasalnya keduana hidup serumah dengan calon suami yang kemudian menikah secara sah.

Selain itu, sikap Yayasan Senmanns dianggap tebang pilih. Ada beberapa karyawan lainnya yang juga hidup serumah dengan pasangan mereka namun tidak diberhentikan oleh pihak rumah sakit.

“Saya hidup serumah dengan calon suami saya dan kami kemudian menikah sah. Soal itu saya sudah sampaikan kepada suster dan mohon pengertian tetapi tidak ada bantuan sama sekali,” ungkap Maria Ervina di hadapan Kadis Nakertrans, Markus Goleng dan manajemen RS St. Gabriel Kewapante.

Sementara itu, Ketua Yayasan Senmanns, Sr. Matea,SsPS mengaku terkejut dengan aksi tersebut. Menurutnya ketika para pekerja diberitahu terkait pemecatan tersebut tidak ada masalah.

“Saya ingat pada 19/6/2017 itu kita bertemu di kantor dan tidak ada perlawanan. Tetapi hari ini jadi begini,” kilahnya.

Selain mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Forum Peduli Kesehatan Orang Miskin Kabupaten Sikka juga mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Di Dinkes Sikka, forum mempertanyakan sejumlah persoalan berkaitan dengan pelayanan Rumah Sakit Kewapante. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleDPRD Mabar Minta Hentikan Penyertaan Modal Rp 5 Miliar Untuk Bank NTT
Next Article ASN di Ngada Diingatkan Agar Disiplin

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.