Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Esok, Direktur RSUD Soe dan Kadis Kesehatan TTS Diperiksa Polisi
HEADLINE

Esok, Direktur RSUD Soe dan Kadis Kesehatan TTS Diperiksa Polisi

By Redaksi5 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jasad Yohana Da Silva, korban dugaan kelalaian usai melahirkan di RSUD Soe.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Penyidik kepolisian Resort TTS telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur RSUD Soe dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS terkait kasus dugaan kelalaian yang menyebabkan meninggalnya Yohana Da Silva dan bayinya di ruang bersalin RSUD Soe beberapa waktu yang lalu.

“Kita sudah agendakan besok (Kamis 7/7/2017-red) untuk memeriksa Direktur RSUD Soe dan Kadis Kesehatan,”jelas Kasat Reskrim Polres TTS IPTU YohaneS Suhardi,S.Sos.

Menurut Kasat Yohanes yang dihubungi melalui telepon genggam Rabu (6/7/2017), pemeriksaan terhadap Direktur RSUD Soe dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS tersebut menggali lebih jauh mengenai sebab-sebab kematian Yohana Da Silva dan bayinya ketika melahirkan di ruang persalin.

Hingga saat ini sudah belasan orang saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian resort TTS diantaranya adalah dua orang bidan senior dan dua orang bidan praktek serta dokter Edward Manurung yang merupakan dokter specialis kandungan yang membantu persalinan Yohana.

“Dokter Edwar Manurung juga sudah kita periksa sebagai saksi,” aku Yohanes.

Sejauh ini lanjut Kasat Yohanes, belum ada seorang pun yang dianggap paling bertanggungjawab untuk kemudian ditetapkan menjadi tersangka.

“Belum ada (tersangka). Semua yang kita periksa masih berstatus saksi. Dan kita terus memperdalam keterangan-keterangan dari para saksi,” pungkas Yohanes.

Sementara beredar kabar bahwa ada upaya baik dari manajemen RSUD Soe bersama dokter Edwar Manurung agar dilakukan perdamaian dengan keluarga almarhumah Yohana agar kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum.

Sudah sekitar tujuh kali pihak RSUD Soe dan dokter Edward Manurung melakukan pendekatan terhadap keluarga Yohana. Namun hasilnya belum diketahui, karena proses hukum di kepolisian masih saja berjalan.

Dokter Edward Manurung sendiri yang dihubungi melalui pesan singkat (SMS) enggan menanggapinya.

Bahkan dokter Edward terkesan menghindar ketika wartawan hendak mengkonfirmasi perihal upaya damai yang dilakukan pihak RSUD Soe bersama dirinya. (Paul/VoN)

TTS
Previous ArticleAraksi Resmi Laporkan Pengelola STIKIP TIMOR ke Polisi
Next Article Nasib Sekda Mabar di Tangan Pansel dan Tim Assesor

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.