Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Soal TdF, Ketua GMNI Manggarai: Bikin Habis Uang Saja
NTT NEWS

Soal TdF, Ketua GMNI Manggarai: Bikin Habis Uang Saja

By Redaksi12 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga sedang menyaksikan TdF 2016 lalu (Foto: Floresa.co)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, Martinus Abar turut berkomentar terkait penyelenggaran Tour de Flores (TdF) 2017. Pasalnya, ajang balap sepeda itu sama sekali tak berdampak positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata di Manggarai.

“Sampai sekarang kami belum mendapat penjelasan atau data akurat bahwa TdF itu berdampak positif buat pariwisata kita. Yang ada hanya klaim sepihak tanpa data, terutama dari EO (event organizer). Karena itu, menurut kami kegiatan ini tidak perlu dibuat karena bikin habis uang saja,” katanya kepada VoxNtt.com, Selasa (11/7/2017).

Mengacu pada TdF 2016, kata Abar, banyak sekali uang daerah yang dikeluarkan untuk membiayai event itu. Tapi, pengeluaran uang daerah itu tak jelas dampaknya bagi sektor pariwisata di Manggarai.

“Karena itu, saya tidak setuju kalau TdF 2016 dibilang sukses. Pertanyaannya, kalau sukses kenapa masih ambil uang daerah bahkan lebih banyak dari tahun 2016? Harusnya kan kalau sukses, sponsor semakin banyak dan penggunaan uang daerah tidak sebanyak ini,” tukasnya.

Ia memandang promosi pariwisata merupakan hal mutlak dan perlu dilaksanakan secara rutin demi menggerakan ekonomi kreatif di Manggarai. Tapi, promosi itu perlu dibuat melalui event-event yang efektif dan berbiaya murah.

“Bukan seperti balap sepeda TdF. TdF kan, atlet hanya melintas di jalan raya, sementara objek pariwisata kita ada di desa-desa. Pertanyaannya, bagaimana mungkin atlet itu bisa mempromosikan pariwisata kita sementara mereka tidak punya pengetahuan tentang objek pariwisata itu sendiri. Ini kan konyol,” ujarnya. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai
Previous ArticleMantan Ketua DPRD Nagekeo Undur Diri dari PDIP
Next Article Erich Langobelen Lolos Ubud Writers and Readers Festival

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.