Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Di Tahun 2017, DISNAK NTT Targetkan 66.300 Sapi Siap Dikirim ke Luar
Ekbis

Di Tahun 2017, DISNAK NTT Targetkan 66.300 Sapi Siap Dikirim ke Luar

By Redaksi15 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ir. Tay Renggi,MM (Foto:Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT-Untuk memenuhi tingginya permintaan stok daging sapi di beberapa daerah di luar NTT, pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan(DISNAK) siap untuk memenuhi target yang ditetapkan.

Hal ini disampaikan Kabid Agribisnis dan Kelembagaan DISNAK Prov NTT, Ir. Tay Renggi, MM pada kegiatan lomba kontes ternak di Naekasa, Atambua, Jumat (14/7/17).

Kepada VoxNtt.com, Renggi menjelaskan bahwa pada tahun 2016, NTT mengirim lebih dari 60.000 ekor ternak ke beberapa daerah seperti, Jawa Barat, Jakarta, Surabaya, Sulawesi dan Kalimantan.

Sementara, untuk tahun 2017, pemerintah menaikan target pengiriman sapi potong ke luar daerah.

“Untuk tahun ini, targetnya atau kuotanya kita naikan menjadi 66.300. Tahun lalu (2016/red), kita mengirim lebih dari 63.000 ternak potong ke beberapa daerah di luar  NTT jadi kita optimis bisa penuhi target yang sudah ditetapkan” ujar Renggi.

Tay Renggi mengatakan bahwa pemerintah optimis karena per Juli 2017, jumlah ternak potong yang sudah terkirim mencapai 30 ribu lebih. Dengan demikian, sisa waktu hingga Desember 2017 akan digunakan untuk mengejar target.

Untuk mengejar target yang sudah ditetapkan, berbagai strategi dimaksimalkan termasuk usaha untuk meningkatkan populasi ternak di NTT.

“Kita target tahun ini penambahan populasi ternak bisa mencapai satu juta ekor melalui program Nasional sapi induk wajib bunting. Selain itu, untuk memaksimalkan produksi, DISNAK bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Polri untuk mencegah agar para pemotong ternak tidak memotong sapi usia produktif” jelasnya.

Selain usaha peningkatan produksi untuk menambah populasi, DISNAK juga giat melakukan penanaman lamtoro terambah sebagai salah satu jenis pakah hijauan yang tahan di daerah kering dan memiliki produksi hijauan yang cukup tinggi.(Marcel Manek/VoN).

Belu
Previous ArticleDidesak Segera Periksa Proyek Air Bersih Gezu-Ulu Pulu, Ini Respon Polres Ngada
Next Article Soal TdF, Wabup Manggarai: Tidak Boleh Ada Lagi Tahun Depan

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.