Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sebanyak 3 Ribu Keluarga di Nagekeo Dapat Bantuan Sosial PKH
Regional NTT

Sebanyak 3 Ribu Keluarga di Nagekeo Dapat Bantuan Sosial PKH

By Redaksi20 Juli 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Epidiana Djo Nago
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Pada tahun 2017, Dinas Sosial Nagekeo‎ menyatakan sebanyak 3.238‎ keluarga di tujuh kecamatan yang ada di kabupaten itu tercatat sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai dari Kementrian Sosial.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Epidiana Djo Nago kepada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini mengatakan realisasi bantuan PKH di Kabupaten Nagekeo yang menyebar pada tujuh kecamatan pada tahun anggaran 2016 senilai Rp 4.104.349.732.

Dalam kesempatan itu, Epidiana merincikan bantuan program harapan hidup per kecamatan pada tahun anggaran 2016 di kabupaten yang sedang dipimpin Bupati Elias Djo itu.

Kata dia, Kecamatan Boawae sebesar Rp 1.621.752.822. Kecamatan Nangaroro sebesar Rp 636.037.444. Kecamatan Keo Tengah sebesar Rp 635.228.288.

Selanjutnya, Kecamatan Aesesa sebesar Rp 403.258.736. Kecamatan Aesesa Selatan sebesar Rp 368.404.124. Kecamatan Mauponggo sebesar Rp 439.668.318. Dan, Kecamatan Wolowae sebesar Rp 61.416.628.

Menurut Epidiana untuk program keluarga harapan pada tahun 2013 berlaku untuk tiga kecamatan yakni Kecamatan Boawae dengan besaran dana senilai Rp 420.955.000.

Selanjutnya, Kecamatan Nangaroro dengan besaran dana senilai Rp 166.045.000.

Kecamatan Keo Tengah dengan besaran dana senilai Rp 163.960.000.

Namun pada tahun 2014 PKH berlaku dibagikan untuk enam kecamatan yakni Kecamatan Boawae sebesar Rp 1.315.532.500. Kecamatan Nangaroro sebesar Rp 504.661. 500. Kecamatan Keo Tengah sebesar Rp 452.664.000. Kecamatan Aesesa 76.150.000. Kecamatan Aesesa Selatan sebesar Rp 60.980.000. Kecamatan Mauponggo sebesar Rp 84.250.000. Sedangkan satu kecamatan yakni kecamatan Wolowae tidak terakomodir.

Lebih lanjut Epidiana menjelaskan penerima PKH pada 2015 masih berlanjut di enam kecamatan yang sama dengan besaran dana yang diterima sebagai berikut;

Kecamatan Boawae sebesar Rp 1.527.315.000. Kecamatan Nangaroro sebesar Rp 558.858. 750.Kecamatan Keo Tengah sebesar Rp 576.806.250. Kecamatan Aesesa 407.306.250. Kecamatan Aesesa Selatan sebesar Rp 317.012.500. Kecamatan Mauponggo sebesar Rp 432.025.000.

Menurut Epidiana, berdasarkan rekapitulasi dari tahun 2013 sampai 2016 maka total dana PKH perkecamatan sebagai berikut;

Kecamatan Boawae sebesar Rp 4.885.555.322. Kecamatan Nangaroro sebesar Rp 1.865.602.694. Kecamatan Keo Tengah sebesar Rp 1.828.658.538. Kecamatan Aesesa 886.714.986. Kecamatan Aesesa Selatan sebesar Rp 746.396.624. Kecamatan Mauponggo sebesar Rp 955.943.318. Kecamatan Wolowae sebesar Rp 61.416.628.

Jadi, total keseluruhan realisasi bantuan PKH per kecamatan kabupaten Nagekeo senilai Rp 11.230.288.110.

Dijelaskan, PKH merupakan program non tunai dengan syarat diberikan kepada keluarga miskin.

Komponen PKH terdiri dari komponen kesehatan seperti ibu hamil, Balita dan anak pra sekolah.

Komponen pendidikan yang mencakup anak Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas. Dan, komponen kesejahtraan sosial yang mencakup para Lansia dan disabilitas berat.

Menurut Epidiana, kedudukan PKH merupakan program prioritas nasional dan merupakan center of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

Dia menambahkan, PKH masuk di Kabupaten Nagekeo pada tahun 2013. Pada awalnya program ini hanya dilaksanakan pada tiga kecamatan yakni Boawae, Nangaroro dan Keo Tengah.

Pada tahun 2014, ada penambahan tiga kecamatan yakni Aesesa, Aesesa Selatan, Mauponggo.

Pada tahun 2016 penambahan satu kecamatan yakni Wolowae sehingga sudah menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Nagekeo. (Arkadius Togo/AA/VoN)‎.

Nagekeo
Previous ArticleSerentak Minum 1.890.000 Cangkir Kopi, Flores Pecahkan Rekor Muri
Next Article JPU Kejari TTS Yakin Mampu Buktikan Dakwaan Terhadap Salmun Tabun

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.