Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»DPRD Matim Menilai Slogan ‘Cengka Ciko’ Milik Yoga Gagal
Regional NTT

DPRD Matim Menilai Slogan ‘Cengka Ciko’ Milik Yoga Gagal

By Redaksi1 Agustus 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yoseph Tote dan Agas Andreas (Paket Yoga), bupati dan wakil bupati Matim (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Leonardus Santosa menilai konsep pembangunan ’Cengka Ciko’ (membuka daerah terisolasi) milik pasangan Yoseph Tote dan Agas Andreas (Paket Yoga) gagal diterapkan.

Menurut Leo, konsep pembangunan ‘Cengka Ciko’ selama Paket Yoga memimpin Matim dua periode tidak berhasil lantaran jalan raya seperti lapen di sejumlah tempat berkualitas sangat buruk.

“Coba bayangkan, belum satu tahun pengerjaan lapen sudah rusak. Ada juga buka jalan tanpa pertimbangkan asas manfaatnya.  Kan sama dengan bohong. Masyarakat tidak nikmat secara penuh.  Tidak lama kembali seperti dulu,” tegas Politisi Demokrat itu kepada VoxNtt.com di Borong, Selasa (1/8/2017).

Leo menegaskan,  jalan tidak harus diaspalkan.  Saat ini yang dibutuhkan adalah terbukanya akses barang dan jasa dari kampung ke kota kendati itu hanya sebatas telford.

“Asalkan dikerjakan dengan baik.  Daripada diaspalkan tetapi tidak bertahan lama,” tukasnya.

Selain soal jalan, Leo juga menyebut Pemkab Matim sudah banyak membuka sekolah-sekolah. Sayangnya, masih banyak sekolah yang sudah mengantongi izin operasional tidak memilik gedung sendiri sebagai tempat proses belajar mengajar.

“Asal buka saja.  Bagaimana mau menciptakn generasi cerdas kalau fasilitas tidak mendukung,” ucap Leo. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleKapolres Ende Sebut Kasus Hotel Safari Tetap Diproses
Next Article Ovan Adu dan Jimi Ketua Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Lando-Noa

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.