Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»DPRD Pertanyakan Jumlah UMKM di Nagekeo yang Mencapai 62 Ribu Unit
Ekbis

DPRD Pertanyakan Jumlah UMKM di Nagekeo yang Mencapai 62 Ribu Unit

By Redaksi4 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Anggota DPRD Nagekeo, Silvester Yewa mempertanyakan data Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kabupaten itu yang mencapai 62.973 unit.

Padahal, total jumlah penduduk Kabupaten Nagekeo sebanyak 158 ribu lebih. Hitung saja misalnya, satu unit beranggotakan 5 hingga 10 orang, maka data tersebut sungguh aneh.

Data itu disampaikan Kepala Dinas Perindagkop Nagekeo, Gaspar Djawa dalam rapat dengan Panitia Kerja (Panja) LHP BPK RI Perwakilan NTT terhadap LKPD Kabupaten Nagekeo di di ruang sidang Utama DPRD setempat, Kamis (4/8/2017).

Sil yang juga Ketua Panja LHP BPK RI Perwakilan NTT terhadap LKPD Kabupaten Nagekeo tahun 2016 itu menduga, data UMKM dan koperasi itu memang sengaja di markup untuk peningkatan bobot.

Itu terutama dalam rangka memisahkan urusan UMKM dan koperasi dari Perindag dan membentuk dinas sendiri. Khususnya untuk urusan UMKM dan koperasi.

Angka itu, kata Sil kemudian diriilkan sebagai data UMKM di Nagekeo.

Keraguan yang sama juga disampaikan anggota Panja dari Partai Gerindra, Marianus Waja.

“Saya kira ini hanya pengelompokkan orang berdasarkan mata pencaharian. Bukan jumlah UMKM. Untuk membuktikan kebenaran angka ini harus dilakukan inventarisasi dan pendataan ulang,” tegas Marianus.

Sementara itu, Kadis Perindakop Nagekeo Gaspar Djawa mengungkapkan dari 62.973 UMKM yang ada, baru 507 yang sempat disentuh bantuan pemerintah.

“Pada masa kepemimpinan sebelumnya ada 239 UMKM dengan total anggaran Rp 3, 450 miliar. Pada masa pemerintahan sekarang target 150 UMKM per tahun dengan anggaran yang sudah digulirkan Rp 3,5 miliar,” kata Gaspar. (Arkadius Togo/AA/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleTidak Ada Anggaran Verifikasi, Disperindagkop Nagekeo Gagalkan Program Dana Bergulir
Next Article GNI Ingin Manggarai Timur Jadi Kabupaten Layak Anak

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.