Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Usai Antar Kempo NTT Jadi Juara Dua Dunia, Simpai Nabas Meninggal di Pesawat Cathay Pasific
HEADLINE

Usai Antar Kempo NTT Jadi Juara Dua Dunia, Simpai Nabas Meninggal di Pesawat Cathay Pasific

By Redaksi5 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Simpai Barnabas Djoerumana (anak panah) saat mengikuti kejuaraan Shorinji Kempo World Taikai 2017 di Stadion San Mateo, California, Amerika Serikat (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur berduka.  Barnabas Djoerumana, salah satu pelatih yang ikut mengantar para atlet asal NTT pada kejuaraan Shorinji Kempo World Taikai 2017 di Stadion San Mateo, California, Amerika Serikat meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Fransisco menuju Hongkong, Kamis, 4 Agustus 2017, waktu Fransisco.

Salah satu simpai yang berhasil membawa kempo Indonesia menyabet juara II dunia perolehan medali terbanyak itu meninggal di atas pesawat Cathay Pasific, dengan nomor penerbangan CX 873.

Yeni Veronika, Ketua Permasalahan dan Perkembangan Kempo NTT mengaku Simpai Nabas meninggal pada 4 Agustus pukul 04.00 waktu Fransisco atau pukul 09.00 Wita (5 Agustus).

“Karena sakit yang memang sudah lama dideritanya yaitu komplikasi jantung dan paru paru,”  kata Yeni dalam rilis yang salinannya diterima VoxNtt.com, Kamis (5/8/2017).

Yeni yang adalah salah satu rombongan pada kejuaran itu mengatakan, Simpai Nabas memutuskan nafas terakhir di atas pesawat setelah 3 jam dari total 16 jam penerbangan pulang dari Fransisco menuju Hongkong.

“Pak Nabas sempat ke toilet beberapa kali dan saat ke toilet yang terakhir, pak Nabas keluar dari toilet langsung jatuh dan tidak sadarkan diri,” ungkap Yeni.

Seluruh awak pesawat termasuk pilot dan penumpang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter sempat membantu menyelamatkan Simpai Nabas.  Namun, nyawanya tidak terselamatkan di atas pesawat Cathay Pasific itu.

Ketua Harian Koni NTT, Andre Koreh mengaku sejak awal rencana keberangkatan, mereka sudah menyarankan Simpai Nabas untuk tidak ikut ke Amerika.

Namun kata Andre, karena kecintaan dan kemauan kerasnya untuk menyaksikan anak-anak didiknya bertanding di World Championship Shorinji Kempo , di San mateo California Amerika ia tetap diikutkan dalam rombongan.

“Selama di USA pak Nabas selalu bersama anak-anak didiknya, baik saat latihan maupun saat studi sesion selama 3 hari, terlebih saat pertandingan, walaupun dengan menahan dan melawan derita sakitnya,” ungkap Andre.

Selebihnya di luar kegiatan tersebut Simpai Nabas selalu istrahat di Kamar 508 hotel Embassy San Mateo.

“Pilot dan rombongan Kempo Indonesia Pak esthon Foenay dari Perkemi NTT dan pak Kusumo dari PB Perkemi berunding. Walau awalnya pilot ingin mendaratkan pesawat ke bandara terdekat yaitu Maryland. Namun karena dalam percakapan itu semua berkeras agar perjalanan tetap dilanjutkan ke Hongkong, maka perjalanan diteruskan ke Hongkong,” kata Andre.

Dia mengatakan, saat ini Jenazah Simpai Nabas sedang berada di rumah sakit bandara Hongkong. (Adrianus Aba/VoN)

Kota Kupang Manggarai
Previous ArticleLaiskodat Janji Bangun Pabrik Pupuk dan Koperasi di Rai Manuk Belu
Next Article Sebut Viktor Laiskodat “Politisi Busuk”, Ketua PMKRI Anjurkan Tidak Memilihnya di 2019

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.