Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal Utang Proyek Gali dan Urug RSUD Matim, Begini Penjelasan Kaban Keuangan
Regional NTT

Soal Utang Proyek Gali dan Urug RSUD Matim, Begini Penjelasan Kaban Keuangan

By Redaksi9 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Matim, Boni Hasidungan Siregar (Foto: Pos Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pansus DPRD Matim menemukan proyek pengerjaan gali dan urug (cut and fill) RSUD Matim belum dibayarkan kepada pihak ketiga.

Menanggapi itu, Kepala Badan (Kaban) Keuangan Matim, Boni Hasidungan menjelaskan  pada APBD 2017 belum dianggarkan.  Karenanya Badan Keuangan tidak bisa membayarnya.

Selanjutnya, pembayaran akan dilakukan menunggu APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017.

“Jika dianggarkan baru bisa dibayarkan,” kata Boni saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/8/2017).

Baca: Tak Ada Dokumen Harmonisasi, Rapat Paripurna DPRD Matim Memanas

Menurut dia,  Badan Keuangan hanya memroses pembayaran untuk kegiatan yang sudah dianggarkan di APBD.

Selanjutnya, jelas dia, jika sudah dianggarkan di APBD dan pekerjaan sudah selesai, serta  dokumen pendukungnya lengkap, maka Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini Dinkes Matim mengajukan permintaan membayar ke Badan Keuangan.

“Lalu kami akan verifikasi. Jika dokumen sudah benar, lengkap dan sah maka baru bisa dibayarkan,” jelas Boni.

Dijelaskan Boni, untuk bisa termuat dalam APBD, baik Induk maupun Perubahan terlebih dahulu harus dibahas dulu di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Baca: Proyek Gali dan Urug di RSUD Jadi Perdebatan dalam Paripurna DPRD Matim

Kemudian, jika disetujui akan diajukan dalam rancangan APBD, lalu dibahas bersama DPRD jika disetujui dan ditetapkan. Itu mekanisme umum pengangguran sebuah kegiatan.

“Yang pasti kami di Badan Keuangan hanya memroses pembayaran untuk kegiatan yang sudah termuat dalam APBD yang telah ditetapkan bersama DPRD,” tegas Boni. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleDPRD Tetapkan Dana Pilkada Nagekeo Sebesar Rp 23 Miliar
Next Article Banyak Sampah Berserakan di Pasar Borong

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.