Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jalur Kembur-Lewe Bagai Kubangan Kerbau
NTT NEWS

Jalur Kembur-Lewe Bagai Kubangan Kerbau

By Redaksi14 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruas jalan Kembur- Lewe yang rusak bagai kubangan kerbau
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Ruas jalan yang menghubungkan Kembur- Lewe di Kecamatan Borong bagai kubangan kerbau. Kondisi tersebut pun bisa mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

Pantauan VoxNtt.com, Senin (14/8/2017), ruas jalan mulai rusak mulai dari pertigaan Kembur menuju Kampung Lewe.

Di beberapa titik bagai kubangan kerbau. Sebagian jalan rusak,  batu dan krikil berserakan di bahu jalan.

Ansel Ondor, pengendara motor yang melintasi jalur tersebut kepada VoxNtt.com, mengatakan ruas jalan tersebut sudah sekitar satu tahun lalu rusak dan belum diperbaiki.

Padahal, kata dia,  jalan tersebut merupakan jalur utama warga Kota Komba menuju Borong.  Banyak kendaraan melintas di jalur Kembur-Lewe.

“Kalau hujan bagai kubangan kerbau dan berlumpur. Kendaraan yang lewat jadi susah. Sudah banyak pengendara yang jatuh akibat jalan lumpur dan licin,” aku Ansel.

Ansel mengaku  kecewa dengan pemerintah yang kurang memperhatikan kondisi jalan tersebut.

Padahal, jalan itu ada dalam Kota Borong. Bahkan, setiap hari jalan tersebut dilalui para pejabat, dan DPRD. Namun terkesan tutup mata melihat kondisinya yang kian parah.

“Cukup menutup kubangan tersebut menggunakan material batu dan pasir lalu dipadatkan menggunakan alat berat. Biar kendaraan sedikit aman saat melintas,” katanya.

“Saya berharap pemerintah Manggarai Timur turun tangan memperbaiki jalan yang mirip kubangan kerbau ini,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjan Umum Yoseph Marto yang ditemui VoxNtt.com, Senin (14/8) mengatakan pihaknya akan memperbaiki jalur tersebut menggunakan agregat bukan aspal.

“Tahun ini tidak ada anggaran untuk perbaikan jalur itu. Sementara kita siram pasir untuk tutup lubang-lubang. Sekitar tahun 2018 akan diaspal,” kata Marto. (Nansianus Taris/AA/VoN)

 

Manggarai Timur
Previous ArticleJelang HUT 72 RI, OMK Langa Gelar Turnamen Sepak Bola Dangdut Para Ibu
Next Article Pemkab Matim Lepaskan Lima Jemaah Calon Haji

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.