Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Nagekeo Dapat Tambahan Dana Rp.300 Juta Dari Uni Eropa
NTT NEWS

Nagekeo Dapat Tambahan Dana Rp.300 Juta Dari Uni Eropa

By Redaksi16 Agustus 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pserta Pelatihan PKP-SPM Dikdas (Foto: Arton)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu dari 110 Kabupaten/Kota di Indonesia yang mendapat bantuan d‎ana hibah dari Uni Eropa, untuk melaksanakan Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal (PKP-SPM)  Pendidikan Dasar (Dikdas).

Sebelumnya Nagekeo mendapatkan dana hibah yang sama senilai Rp. 2,5 miliar untuk jangka waktu dua tahun, yakni 2014-2016. Tahun 2017 ini jumlahnya bertambah menjadi Rp.300.000.0000 sebagai penghargaan, karena sukses dalam pelaksanaan program tersebut pada dua tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Nagekeo, Elias Djo  saat membuka kegiatan Sosialisasi SPM Dikdas kepada Pemangku kepentingan tingkat Kabupaten Nagekeo, tahun anggaran 2017.

“Hal ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama dan capaian ini merupakan buah dari dukungan dan kerja keras semua satkeholder di daerah ini,” Ujar Bupati Djo.

Kegiatan itu merupakan kerjasama Kementrian Agama, Pemkab Nagekeo, Kementrian pendidikan dan kebudayaan, dan Uni Eropa.‎

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Nagekeo, Paul Nuwa Veto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Kris Dua Wea, Pimpinan OPD Setda Nagekeo, serta undangan lainnya.

‎Djo menelaskan, dengan terlaksanakannya program PKP-SPM Dikdas ini telah menghasilkan roadmap atau peta pencapaian SPM Dikdas tahun 2016, dan telah menghasilkan dokumen usulan pengintegrasian SPM Dikdas ke dalam perencanaan, dan penganggaran pemerintah daerah.

Dia menghimbau‎ agar dokumen-dokumen yang ada ini dipedomani dengan sungguh, guna mendorong pencapaian SPM Dikdas di Nagekeo sekaligus menjaga kepercayaan para donatur pemberi donor, serta dapat memajukan pembangunan pendidikan di Kabupaten Nagekeo.

Sementara ketua Panitia yang juga Kadis Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Nagekeo, Tarsisius Jogo mengatakan, untuk memenuhi kewajiban sebagaimana tercantum dalam Permendikbud No. 23 tahun 2013, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian‎ Pendidikan dan Kebudayaan, telah menggariskan berbagai kebijakan dan program. Salah satunya adalah program PKP-SPM Dikdas.

Dikatakannya Program PKP-SPM Dikdas merupakan perpaduan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga donor, Uni Eropa serta Asian Development Bank (ADB) yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelola pendidikan di tingkat kabupaten/kota, satuan pendidikan terpilih dalam melakukan perencanaan, penganggaran serta pengelolaan layanan-layanan pendidikan, sesuai dengan standar pelayanan minimal pendidikan dasar.

Dia menambahkan, realisasi anggaran hibah dana PKP-SPM Dikdas sebesar Rp. 2,5 miliar sampai akhir tahun 2016 sebesar Rp. 2.230.396.489, dan sisa yang belum direalisasi sebesar Rp.269.603.511 serta tambahan insentif tahun 2017 sebesar Rp.300 juta. Sehingga sisa dana hibah yang dikelola pada tahun 2017 sebesar Rp. 569.603.511.

Selain itu, lanjut dia sampai dengan akhir tahun 2016 yang lalu, dinas PK bersama tim pengarah, tim teknis difasilitasi oleh konsultan bersama para narasumber dari Kemandikbud, telah menghasilkan dokumen roadmap SPM Dikdas kabupaten Nagekeo dalam bentuk kebijakan, analisis pembiayaan, rencana aksi strategii dan  implementasi.

Khusus rencangan analisis pembiayaan selama kurun waktu 5 tahun membutuhkan anggaran sebesar Rp. 50.509.901.450, dengan rincian rata-rata setiap tahun 10 miliar lebih. (Arkadius Togo/VoN)

 

 

Nagekeo
Previous ArticleKepsek SDI Wae Paci Diduga Selewengkan Dana PIP, Orangtua Murid Mengadu ke Dinas PK Matim
Next Article Tarian Khas NTT Getarkan Manokwari Selatan

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.