Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bulog Ngada Kesulitan Menyerap Gabah Petani di Nagekeo
NTT NEWS

Bulog Ngada Kesulitan Menyerap Gabah Petani di Nagekeo

By Redaksi21 Agustus 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Bulog Sub Divre Ngada Haji Abdul Karim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Bulog Sub Divre Ngada hingga kini belum mampu menyerap gabah petani kabupaten Nagekeo.

Rendahnya harga pembelian pemerintah (HPP) yang mampu ditanggung oleh Bulog Ngada menjadi penyebab petani padi di Kabupaten Nagekeo dan Ngada enggan melepas beras mereka.

Ditambah lagi saat ini di Kabupaten Nagekeo banyak petani yang gagal panen.

Kepala Bulog Sub Divre Ngada, Haji Abdul Karim‎ kepada VoxNtt.com melalui telepon genggamnya, Senin (21/8/2017) mengatakan hal ini merupakan tantangan bagi perusahannya.

“Kita sulit dapat beras dari petani di Nagekeo. Karena harga HPP lebih sedikit ketimbang dengan para tengkulak. Saat ini kita baru serap gabah petani baru 50 ton sementara target kita untuk Nagekeo sebanyak 750 ton,” katanya.

Menurut Haji Abdul, Perum Bulog beralasan hal tersebut disebabkan panen yang berkurang, serta penetapan harga beras yang berada di atas harga pokok produksi (HPP).

Bukan hanya itu alasannya kata dia,  sisi lain banyak pemain swasta yang mampu melakukan pembelian dengan harga yang lebih tinggi. Itu membuat Bulog tidak bisa menyerap lebih banyak beras dari Nagekeo.‎‎ (Arkadius Togo/AA/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleKonsinyasi Ditolak, Pemkab Nagekeo Ajukan Kasasi
Next Article Cerpen: Melihat Mereka Bangga Waktu Aku Mengenakan Toga, Sebuah Asa

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.