Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Menurut Hasil Visum, Ini Penyebab Kematian Kepala PLTD Soe
HEADLINE

Menurut Hasil Visum, Ini Penyebab Kematian Kepala PLTD Soe

By Redaksi28 Agustus 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenasah I Wayan Supardi saat mengapung di Kolam TPA Nonohonis. (Foto: Paul)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- I Wayan Supardi, kepala PLTD Soe  yang ditemukan meninggal di kolam limbah Noenbila, Kecamatan Mollo Selatan, TTS pada Jumat (25/8/2017) dinyatakan murni tenggelam karena terpeleset ke dalam kolam limbah. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil visum dokter dari RSUD Soe.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres TTS IPTU Yohanes Suhardi, berdasarkan hasil visum yang diterima dari dokter di RSUD Soe.

“Hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jadi, korban meninggal murni karena tenggelam akibat terpeleset dan jatuh ke dalam kolam,”jelas Yohanes.

BACA:Kepala PLTD Soe Ditemukan Tewas di Kolam Limbah TPA Nonohonis

Iptu Suhardi menambahkan bahwa jenazah korban sudah diterbangkan ke tempat asalnya di Bali pada Sabtu (26/8/2017) pagi.

Untuk diketahui I Wayang Supardi ditemukan meninggal pada Jumat (25/8/2017) di kolam limbah TPA Noenbila, Nonohonis, Kecamatan Mollo Selatan.

Pria asal Denpasar Bali ini ditemukan meninggal setelah menghilang dari rumah dinas PLTD Soe ketika pergi menembak burung.

Beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian berupa satu ekor burung yang juga terapung di atas kolam, senapan angin serta sepatu korban yang berada di pinggir kolam tersebut.

Jenazah almahrum ditemukan oleh karyawannya setelah melakukan pencarian bersama karyawan PLTD Soe. (Paul/VoN).

 

TTS
Previous ArticleIni Visi dan Misi Tiga Balon Bupati TTS Saat Mendaftar ke Partai Demokrat
Next Article Diduga Tilep Dana Desa, Kades Oenain Diadukan ke Kejari TTU

Related Posts

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.