Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ini Tiga Nama Teratas Menurut Hasil Survei Pilgub NTT 2018
NTT NEWS

Ini Tiga Nama Teratas Menurut Hasil Survei Pilgub NTT 2018

By Redaksi4 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
llustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Lembaga Survei Populi Center telah mengumumkan hasil survei beberapa bakal calon Gubernur NTT kepada publik pada pemilihan Gubernur tahun 2018 mendatang.

Seperti dilansir Pos Kupang, Senin (04/09/2017), dari beberapa nama yang disurvei terdapat lima bakal calon yang masuk peringkat lima besar dari sisi elektabilitas.

Mereka adalah Esthon Foenay (20,3%), Benny K Harman (12,4%), Ibrahim Meda (11,9%), Chris Rotok (9,9%) dan Ray Fernandes (8,5%). 

Terdapat beberapa calon lain yang juga menyusul yakni Marianus Sae (4,5%), Lusia Leburaya (3,0%), Ayub Titu Eki (3,0%) dan Melki Laka Lena (2,1%).

Sementara dari sisi popularitas Esthon Foenay, mantan wakil Gubernur NTT menempati posisi teratas sebesar 64, 1 persen, disusul Benny K Harman 51,6 persen, Ibrahim Medah 47,9 persen, Lusia Leburaya 41,0 persen, dan Chris Rotok 40,1 persen.

Mengerucut Tiga Nama

Menurut pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana, Lasarus Jehamat, hasil survei ini nantinya akan mengerucut pada tiga nama yang berpeluang besar masuk dalam bursa calon gubernur yakni Esthon Foenay, Benny K Harman dan Ibrahim Medah. Salah satu pertimbangannya adalah terkait peta koalisi partai yang saat ini sedang berkembang.

Menurut dia, sangat wajar Esthon Foenay menempati posisi pertama dalam survei popularitas maupun elektabilitas. Pasalnya, bakal calon yang akan berpasangan dengan Chritian Rotok ini pernah menjabat wakil gubernur NTT dan telah bekerja selama kurang lebih tiga tahun terakhir.

Sementara calon lain seperti Benny K Harman dan Ibrahim Medah baru mulai bersosialisasi diri selama beberapa bulan belakangan ini.

Namun, kata Jehamat, hasil survei ini tidak semerta menjadi gambaran mutlak untuk menunjukan elektabilitas besok saat pemilihan.

“Masih banyak variabel lain nanti saat kontestasi berjalan” ujar peneliti senior pada Sophia Institute ini.

Mengenai variabel dimaksud, Jehamat melihat tipikal pemilih NTT yang masih tergolong tradisional.

Menurut dia, variabel etnis, agama dan efek nasional menjadi rujukan tersendiri yang telah terbukti ampuh dalam setiap kontestasi pilgub NTT dari tahun ke tahun. (VoN).

Kota Kupang
Previous ArticleEditorial: Mencari Hening di Tengah Kegaduhan Ini
Next Article Merujuk Hasil Survei, Pengamat: BKH Lebih Berpeluang Jadi Gubernur NTT

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.