Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pertama di NTT, Wilayah Kecamatan Ini Melarang Anda Merokok
Regional NTT

Pertama di NTT, Wilayah Kecamatan Ini Melarang Anda Merokok

By Redaksi6 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNTT-Pola hidup sehat berlahan diterapkan oleh masyarakat Kabupaten Ende. Di Kecamatan Pulau Ende misalnya, masyarakat memulai menyepakati untuk bertindak menjaga kesehatan lingkungan.

Salah satu kesepakatan yang sudah berlaku sejak tahun 2013 adalah gerakan berhenti merokok. Gerakan ini dipicuh dengan program kesehatan lingkungan oleh Pencerah Nusantara.

Camat Pulau Ende, Usman Husen menjelaskan, gerakan yang dinamakan kawasan tanpa rokok atau KTR ini sudah berjalan kurang lebih empat tahun.

Masyarakat Pulau Ende pun menyambut baik atas gerakan tersebut sehingga tidak merokok pada sembarang tempat.

Ada beberapa tempat yang ditentukan sebagai kawasan tanpa rokok baik di rumah maupun di tempat umum seperti kantor, sekolah, puskesmas, tempat ibadah, kendaraan bermotor, perahu atau kapal laut. Begitu pula pada hajatan keluarga atau hajatan pemerintah.

Masyarakat hanya berkenan merokok pada lapangan atau halaman luas yang tidak mempengaruhi perokok pasif.

“Orang tidak bebas merokok sembarangan karena ini sudah kita sepakati bersama. Jadi, gerakan ini untuk menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat,”katanya pada sela-sela sosialisasi gangguan jiwa di Aula Cita Rasa pada Selasa (5/9/2017).

Camat Usman mengatakan untuk meningkatan kesehatan harus mengubah kebiasaan atau perilaku merokok yang dapat mempengaruhi kesehatan bagi bukan perokok. Dengan berkurangnya merokok maka masyarakat dapat menghirup udara segar.

Kawasan tanpa rokok ini juga bertujuan untuk menghargai bukan perokok terutama perempuan dan anak-anak.

“Mereka butuh udara segar, butuh tetap sehat. Maka kita berharap masyarakat terutama perokok bisa menghargai mereka,”katanya.

Terkait dengan perokok yang melanggaran kesepakatan ini maka akan diberi sanksi. Sanksi hanya berlaku untuk masyarakat Kecamatan Pulau Ende. Sedangkan pengunjung hanya diberikan himbauan saja.

“Sanksi hanya bersifat sanksi lokal yang diberikan kepala desa kepada masyarakat. Misalnya tidak memberikan sumbangan atau bantuan dalam kurun waktu tertentu,”ujar Camat Usman. (Ian Bala/VoN).

https://www.youtube.com/watch?v=ETWbfq_y7gk&t=63s

Ende
Previous ArticlePenyidikan Kasus Embung di Hutan Lindung Dihentikan Polres Manggarai
Next Article PKK Manggarai Gelar Jambore, Ini 6 Peserta yang Juarai Lomba Pidato

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.