Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Penggalian Batu di Nte’er Terus Berjalan, Pemkab Manggarai Tutup Mata
NTT NEWS

Penggalian Batu di Nte’er Terus Berjalan, Pemkab Manggarai Tutup Mata

By Redaksi8 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi penggalian batu di Nteer, Desa Mata Wae, Kecamatan Satarmese Utara (Foto: Ano Parman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Penggalian batu di samping jalan Ruteng-Labuan Bajo, di Nte’er, Desa Mata Wae, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai terus berjalan. Akibatnya, kenyamanan pengguna jalan itu terganggu.

Namun, sampai saat ini Pemkab Manggarai terkesan tutup mata dengan kejadian itu. Padahal, kegiatan penggalian tersebut sudah nyata merusak hutan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Ambros Totu, Warga Lembor yang  sempat melintasi jalan itu kepada VoxNtt.com Kamis (7/9/2017) mengaku kegiatan penggalian tersebut sudah berlangsung lama.

Namun, dia heran sampai saat ini Pemkab Manggarai tak kunjung menghentikannya. Padahal, kata Totu, kegiatan itu sangat mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Takutnya pas orang lewat, batu yang mereka gali itu jatuh ke jalan. Kalau itu yang terjadi, orang yang lewat pasti mati di tempat,” ujarnya.

Sebab itu, dia mendesak Pemkab Manggarai segera mengambil langkah agar kegiatan penggalian itu dihentikan.

Selain itu, Ferdi, pengendara lain yang ditemui di lokasi yang sama menambahkan kegiatan penggalian itu juga sudah nyata memicu longsor di tempat itu.

“Sudah berapa kali longsor di sini. Itu karena batunya sudah digali oleh orang-orang di sekitar sini,” katanya.

Jika tak segera dihentikan, lanjut Ferdy, dia khawatir kegiatan penggalian itu pada saatnya dapat membuat jalan nasional Ruteng-Labuan Bajo putus.

“Kalau (jalan) ini sudah putus, akibatnya sangat besar. Itu karena tidak ada jalan lain lagi selain ini,” tambahnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Manggarai belum bisa dikonfirmasi. (Ferdiano Sutarto Parman/AA/VoN)

Manggarai
Previous ArticleUniversitas Flores Luluskan 1.141 Sarjana
Next Article Frans Tilis Diperiksa Kejari TTU Terkait Dugaan Korupsi Jalan Perbatasan

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.