Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Seluruh Desa dan Kelurahan di TTU Alami Rawan Pangan
HEADLINE

Seluruh Desa dan Kelurahan di TTU Alami Rawan Pangan

By Redaksi12 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Seluruh wilayah desa dan kelurahan yang tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten TTU pada tahun 2017 mengalami rawan pangan.

Hal tersebut terjadi lantaran pada tahun 2016 curah hujannya tidak menentu yang berakibat pada gagal tanam dan gagal panen. Selain akibat curah hujan, masih tingginya praktek ijon di kalangan petani menjadi salah satu penyebab dari kondisi rawan pangan yang terjadi di kabupaten tersebut.

Kepala dinas Sosial kabupaten TTU, Simon Soge

“Saat ini sudah 20 desa yang masukkan permintaan untuk mendapatkan beras pangan dan sejauh ini kita sudah distribusikan 30,5 ton dari total 100 ton yang kita sediakan”jelas kepala dinas Sosial Kabupaten TTU,Simon Soge saat ditemui  Vox NTT di ruang kerjanya pada hari selasa(12/09/2017).

Terkait sebaran wilayah yang mengalami rawan pangan, jelas Soge, tersebar di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. Namun kondisi paling parah dialami warga di kecamatan Bikomi Utara, Bikomi Nilulat, Bikomi Utara, Bikomi Selatan serta kecamatan Noemuti dan Noemuti Timur.

Soge menambahkan, apabila persediaan beras 100 ton yang dimiliki Dinsos tidak mencukupi maka pihaknya akan menyurati gubernur NTT melalui bupati Raymundus Sau Fernandes guna meminta tambahan kuota beras dari beras cadangan yang dimiliki pemprov NTT.

Soge juga menghimbau agar petani di TTU menghentikan sistem pertanian tebas bakar sesuai dengan himbauan yang selama ini disampaikan oleh Bupati. Sistem pertanian tebas bakar dinilai sebagai penyebab hujan yang tidak menentu.

“Kita untuk beras dan jagung memang mengalami rawan pangan, tetapi untuk umbi-umbian stock masih aman dan saat ini kita masih menunggu peta rawan pangan dari dinas pangan untuk kita dapat kepastiannya” tegas Soge.(Eman/VoN).

TTU
Previous ArticleLena Mbau Mengaku Belum Tahu Dirinya Dilaporkan Ke Polisi
Next Article Tata Kelola Kehutanan di Manggarai Barat Diperkuat

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.