Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Terkait Akreditasi Puskesmas di Sikka
KESEHATAN

Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Terkait Akreditasi Puskesmas di Sikka

By Redaksi13 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina S. Nenu, MPH. (Foto: Are)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT – Sampai dengan tahun 2017 baru terdapat 2 puskesmas di Sikka yang terkakreditasi. Enam puskesmas lainnya akan menyusul dalam tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina S. Nenu, MPH mengatakan, akreditasi tersebut merupakan program secara nasional yang baru mulai berjalan sejak 2014, dengan dikeluarkannya Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

“Bulan September ini sedang berlangsung penilaian oleh tim assessor. Minggu ini untuk Puskesmas Watubain dan Puskesmas Lekebai. Tahun depan 8 puskesmas akan ikut akreditasi,” terangnya kepada VoxNtt.Com di ruangan kerjanya, Rabu (13/9/2017).

Menurut Maria, akreditasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan, serta keselamatan pasien. Selain itu, juga untuk menunjukkan, puskesmas telah melakukan pelayanan sesuai standar.

Baca: 23 Puskesmas di Sikka Belum Terakreditasi

Saat ini baru 7 puskesmas yang menurutnya memenuhi standar selain Nele dan Magepanda di antarnya Puskesmas Watubain, Lekebai, Kopeta, dan Wolomarang.  “Ini penilaian oleh lembaga independen yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Dirinya tidak membantah, bahwa sebagian besar puskesmas belum memiliki sertifikat. Begitu pula dengan Izin Mendirikan Bangunan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan pekerjaan dari masa lampau yang harus dibereskan pihaknya pada masa sekarang.

“Dulu itu kan orang bangun saja, tanah juga dihibahkan saja sehigga sekarang kami bereskan. Tetapi kami senang karena bisa belajar bagaimana mewujudkan puskesmas yang sesuai dengan standar pelayanan dan regulasi,” tegasnya.

Terkait pembiayaan akreditasi Maria menyatakan pembiayaan tersebut bersumber dari APBN dan APBD. Pendampingan akreditasi dibiayai dari APBN dengan kode rekening sendiri.

Menurutnya, semua angaran tersebar di seluruh kegiatan. Pemenuhan syarat-syarat akreditasi sudah ada pada setiap kegiatan dinas. “Memang tentunya tidak cukup karena kita mau membenahi suatu rumah tangga itu kan butuh biaya besar,” kilahnya.

Saat ini Kabupaten Sikka terdapat 25 puskesmas. Tahun 2017 ini terdapat tambahan 2 puskesmas yakni Puskesmas Kewapante dan Puskesmas Feyondari. Dari segi ketenagaan menurutnya pihaknya masih kesulitan tenaga.

Baru 7 puskesmas yang unsur ketenagaannya memenuhi standar. Pihaknya pun pernah berupaya mengakses bantuan tenaga melalui Program Nusantara Sehat dengan menemui langsung pejabat terkait di Jakarta. Akan tetapi, Sikka dinyatakan tidak bisa menerima manfaat program tersebut karena bukan merupakan daerah tertinggal.

Meskipun demian, Maria mengatakan keterbatasan tenaga medis tersebut akan diatasi dengan bantuan tenaga medis Penugasan Khusus yang akan dikirim dari Kementerian Kesehatan dalam tahun ini juga. (Are De Peskim/VoN)

 

Sikka
Previous ArticlePLN Dukung Investasi di Labuan Bajo
Next Article Suku Soge Lakukan Ritual ‘Blatan Tana’ di Tanah Eks HGU Nangahale

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.