Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Satarmese Barat Tolak Proyek PDAM Ruteng
Regional NTT

Warga Satarmese Barat Tolak Proyek PDAM Ruteng

By Redaksi13 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga ulayat Kampung Pulang Kecamatan Satarmese Barat melakukan penghadangan pekerjaan proyek PDAM Ruteng (Foto: Elvis Yunani)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Masyarakat ulayat Kampung Pulang Desa Cambir Leca Kecamatan Satarmese Barat menolak proyek pemasangan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Thirta Komodo Ruteng di wilayah mereka.

Penolakan ini dilakukan warga lantaran pihak PDAM dinilai tidak menjalankan mekanisme yang baik pada pengerjaan proyek tersebut.

Masyarakat Ulayat Pulang yang sebagian besar berdomisili di Kampung Rotok Desa Hilihintir ini bahkan melakukan pencegatan di lokasi saat para pekerja hendak melakukan pengerjaan proyek pada Senin,11 September 2017.

“Masyarakat kampung Pulang adalah warga yang bermartabat, siapapun pihak yang hendak melakukan aktivitas di atas lahan milik ulayat kami, harus melakukan izin terlebih dahulu di rumah gendang,” tegas tokoh masyarakat kampung Pulang, Alosius Abu, Rabu (13/9/2017).

Selain karena tidak menghargai mekanisme adat, warga ulayat juga merasa ditipu oleh pihak Instalasi Kota Kecamatan (IKK) PDAM Wilayah Narang yang menjanjikan pemasangan 4 titik kran air gratis pada 22 Agustus 2017.  Sayangnya, janji pemasangan kran gratis itu tidak direalisasi.

“Kami juga mengecam, pihak IKK PDAM Narang yang menjanjikan kran air gratis tapi tidak ada realisasiya saat ini, atas tindakan PDAM seperti ini kami menuntut jika PDAM ngotot membangun di atas ulayat kami, maka seluruh warga ulayat kami harus menggunakan air PDAM dengan gratis,” ujar Alosius.

Sementara itu, Direktur PDAM Manggarai Klemens Man yang ditemui wartawan di Kantor Bupati Manggarai, Rabu siang mengaku telah mendengar persoalan tersebut.

Menurut dia, persoalan ini sudah diangkat di lembaga DPRD Manggarai dan telah didengar oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus.

“Kami diperintah oleh pa bupati untuk turun melakukan mediasi bersama Asisten I sebagai perwakilan bupati esok (Kamis, 14 September),” kata Man.

Dia berharap masalah ini segera mendapat solusi sehingga pembangunan tetap berlanjut. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleBertemu Dulla, PLN Ajak Pemkab Mabar Bersinergi
Next Article PPAN Temukan 200 Lebih Potongan Fosil Gajah di Ngada

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.