Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Padi Diserang Hama, Sawah di Aeramo Terancam Gagal Panen
Regional NTT

Padi Diserang Hama, Sawah di Aeramo Terancam Gagal Panen

By Redaksi16 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sawah milik Anus Doi (Foto: Arton)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Sebagian  besar petani padi di kabupaten Nagekeo tahun ini terancam gagal panen.

Pasalnya, sebagian besar sawah diserang penyakit dan hama wereng sehingga menyebabkan tanaman padi rusak dan layu. Dan sampai saat ini belum ditemukan pestisida yang tepat untuk membasminya.

Anus Doi, seorang  petani di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, kepada media ini saat dijumpai Sabtu (15/9/2017) menyatakan, tanaman padi seluas 1 hektar miliknya rusak usai diserang hama wereng dan diperkirakan gagal panen.

“Padi milik saya semuanya  1 hektar di serang wereng, memang rata-rata  semua di sini  juga diserang hama wereng,” kata Anus.

Baca: Sawah Kering, Petani di Sita Terancam Kehilangan Sumber Hidup

Senada dengan Anus Doi, warga Aeramo lainnya, Ino Djogo mengatakan, musim ini dirinya diperkirakan akan mengalami kerugian delapan jutaan rupiah, akibat sawah seluas 1 hektare miliknya juga rusak diserang hama.

“Kali ini tanaman kami habis  diserang hama wereng. Kami perkirakan mengalami kerugian delapan jutaan rupiah,” keluh Ino.

Dirinya berharap, pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah yang  dihadapi para petani di Nagekeo, khususnya petani padi.

“Kalau bisa pemerintah secepatnya turun dan membantu mengatasi kesusahan kami ini. Musim ini jelas kami gagal panen. Sedangkan untuk modal menanam selanjutnya, kami sudah tidak punya lagi.” kata Anus Doi.‎ (Arkadius Togo/VoN)

 

Nagekeo
Previous ArticleAntologi Puisi Djawar Abdoel Aziz Hamid-Catatan Redaksi Oleh Hengky Ola Sura
Next Article Pemkab Manggarai Tak Hirau Protes Pedagang Pasar Ruteng

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.