Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tidak Kembangkan Usaha Mikro, Lebu Raya Dikritik
HEADLINE

Tidak Kembangkan Usaha Mikro, Lebu Raya Dikritik

By Redaksi16 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: Ist-)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Jelang akhir masa jabatan, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mendapatkan sejumlah kritikan soal pengembangan ekonomi masyarakat.

Kritikan berasal dari sejumlah nelayan di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende.

Safrudin dan Mohammad, nelayan asal Paupanda mengaku belum mendapatkan sentuhan dari program Pemerintah Provinsi. Pasalnya, masyarakat lebih berinisiatif secara swadaya lantaran membangun usaha mikro sendiri.

“Ini juga jatuh bangun. Kami masyarakat belum merasakan selama pak Gubernur memimpin selama dua periode. Padahal kami disini pilih dia. Perhatikan usaha-usaha kecil oleh ibu-ibu sudah cukup,” kata Safrudin saat ditemui media ini di kompleks pasar Mbongawani Ende pada Sabtu (16/9/2017) siang.

Soal perkembangan usaha mikro, kata dia, sangat membantu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Usaha mikro bisa dilakukan khusus oleh ibu-ibu rumah tangga.

“Kalau ada usaha kecil seperti ini bisa membantu ekonomi keluarga. Kami yang laki-laki tugasnya cari ikan,” pungkas Safrudin.

Kritikan juga dilontarkan Siti Fadila tentang minimnya perhatian Pemerintah Provinsi terhadap ekonomi masyarakat kelas bawah.

Sejauh ini, jelas Siti, Pemerintah Provinsi tidak menyentuh langsung program pemberdayaan.

Pemerintah Provinsi dinilai hanya mengedepankan pembangunan infrastruktur. Sedangkan program pemberdayaan masyarakat diabaikan.

“Kami masyarakat disini merasa kecewa karena pemberdayaan dari Provinsi tidak ada. Hanya bangun jalan, jembatan tapi manusianya tidak diperhati,”kata Siti pada tempat berbeda.

Ia berharap pemimpin baru lebih mengendepankan sistem pemberdayaan sehingga ekonomi masyarakat berjalan.

“Kalau yang baru (Gubernur) kami tidak terlalu berharap. Hanya minta supaya usaha kecil kami hidup,” ujar Siti. (Ian Bala/AA/VoN)

Ende
Previous ArticleTerpilih Jadi Ketua PKB  Mabar, Ini yang Akan Dilakukan Sirilus Ladur
Next Article Aparat Desa di Ngada Gelar Bimtek Keuangan

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.