Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Saat Diperiksa Inspektorat, Kepala SDI Wae Paci Tidak Mau Tanda Tangan BAP
VOX GURU

Saat Diperiksa Inspektorat, Kepala SDI Wae Paci Tidak Mau Tanda Tangan BAP

By Redaksi19 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Inspektorat Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepala Sekolah Dasar Inpres (SD) Wae Paci kecamatan Lamba Leda, Mateus Nabu tidak mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat tim investigasi dari Inspektorat Manggarai Timur (Matim) turun ke sekolah itu.

Tim in turun ke SDI Wae Paci untuk memeriksa dugaan penyelewangan dan pungutan liar (pungli) dana PIP tahun 2015 dan 2016 lalu.

Kepala Inspektorat Matim, Mikael Kenjuru mengatakan hal itu kepada VoxNtt.com, Jumat (15/9/2017).

Dia mengatakan saat tim Inspektorat turun ke sekolah menginvestigasi dugaan penyelewengan dana PIP Kepsek Mateus tidak mau menandatangani BAP.

Kendati tidak menandatangani BAP, kata Mikael, Kepsek Mateus menjawab semua pertanyaan yang disampaikan oleh tim investigasi dari Inspektorat Matim.

Dia membeberkan kesimpulan sementara berdasarkan hasil pemeriksaan mereka terhadap Kepsek Mateus.

Pertama, kata Mikael, Kepsek Mateus patut diduga melakukan pungli kepada orang tua murid pada tahun 2015 dan 2016.

Kedua, pada tahun 2015 dana PIP sudah dicairkan dan sudah dibagikan kepada orang tua murid.

“Itu menurut pengakuan kepala sekolah. Tetapi menurut orang tua yang nama anaknya ada dalam daftar penerima dana PIP itu tidak pernah terima uang itu,” jelas Mikael.

Baca: Orangtua Murid Segera Laporkan Kepala SDI Wae Paci ke Kejari Manggarai

Selain itu, pada tahun 2016 dana PIP sudah dicairkan. Namun, Kepsek Mateus menggunakan uang itu untuk keperluan sekolah.

“Dia gunakan itu uang untuk gaji guru komite. Tetapi kami ambil BAP di guru-guru, mereka mengaku tidak terima uang itu,” jelas Mikael.

Pihak Mikael masih berusaha mengumpulkan bukti-bukti tambahan lainnya untuk mendukung kesimpulan sementara tersebut. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePolres Mabar Masih Dalami Laporan Pengancaman Dokter Pina
Next Article Di Nagekeo, Beras Raskin Bau Apek dan Hancur Tetap Dibagikan

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.