Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Nagekeo, Beras Raskin Bau Apek dan Hancur Tetap Dibagikan
Regional NTT

Di Nagekeo, Beras Raskin Bau Apek dan Hancur Tetap Dibagikan

By Redaksi19 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inilah bentuk beras miskin (raskin) yang diterima warga Ulupulu 1, Nagekeo dalam kondisi hancur dan bau apek (Foto : Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT- Warga penerima beras miskin (Raskin) keluhkan beras kualitas buruk karena hancur dan bau apek. Meski tak layak, sebagian warga tetap mengkonsumsinya.

Warga terpaksa konsumsi karena kekurangan bahan makanan akibat gagal panen.

“Setiap kami terima beras (raskin, red), kami cium bau tidak sedap. Lalu banyak hancur dan pecah,” kata Kristina, warga Dusun D, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (19/9/2017) siang.

“Kami tetap makan tapi dicuci dulu dua kali. Tapi baunya tetap terasa,” tambahnya.

Ia mengaku menerima raskin sebanyak 20 kilogram dengan total biaya sebesar Rp. 40.000 ditambah dengan biaya administrasi sebesar Rp. 2.000.

Raskin yang dibagi kali ini, kata Kristina, dianggap tidak layak untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain bau apek dan hancur, makanan dari raskin tidak seperti beras lainnya.

“Kalau makan, rasa agak beda begitu. Beda dengan beras di sini,” tutur dia.

Ia berharap, Pemerintah baik tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pusat dapat memperhatikan serta meneliti raskin sebelum diberikan kepada masyarakat.

“Ya, diperiksa dulu. Masih ada gizi atau tidak. Jangan hanya diberikan kepada kami lalu bangga dan tidak perhatikan dari segi kesehatan,” katanya.***(Ian Bala/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleSaat Diperiksa Inspektorat, Kepala SDI Wae Paci Tidak Mau Tanda Tangan BAP
Next Article Muntaber Serang Warga Mbay

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.