Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pesan Positif Antikorupsi Melalui Produk Seni
HEADLINE

Pesan Positif Antikorupsi Melalui Produk Seni

By Redaksi22 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Kompas Print)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, pernah mengatakan bahwa seni adalah hasil keindahan, yang dapat menggerakkan perasaan indah bagi orang yang melihatnya.

Dengan menikmati seni, jiwa seseorang akan kembali pada keseimbangan, karena seni ibarat oase bagi jiwa yang haus akan ketenangan.

Seni dapat mengambil beragam wujud, tergantung pada media yang digunakan untuk mengekspresikannya. Melalui berbagai media itu, pesan-pesan positif dapat tersampaikan secara kreatif dan berkesinambungan.

Pemikiran inilah yang mendasari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalin kerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI), melalui penandatanganan MOU pada hari Selasa (29/8) di Yogyakarta.

Melalui MOU ini, KPK dan ISI akan saling bahu-membahu dalam bentuk pendidikan anti korupsi, kajian dan riset, sosialisasi dan kampanye antikorupsi, serta program lainnya yang telah disepakati.

Ini merupakan kelanjutan dari kerjasama yang sebelumnya telah terjalin, melalui pembuatan produk-produk audio visual yang ditayangkan di media KPK.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam sambutannya mengatakan,  seni diarahkan untuk membangun manusia yang berintegritas.

“Itu tantangan untuk kita. Karena seni pun bisa menjadi sarana pengingat bagi warga dan pemerintah jika terjadi penyimpangan” ujar  Saut.

Dia juga menambahkan, mulai saat ini diharapkan adanya agenda-agenda seni bulanan, tahunan dan lima tahunan untuk menghasilkan produk kreatif seni dan budaya anti korupsi.

Rektor ISI Yogyakarta, Agus Burhan, menyatakan apresisasinya atas kerjasama ini, yang dinilainya sebagai sebuah kesempatan untuk berkontribusi dalam pencegahan korupsi.

Menurut Agus, ISI saat ini telah memiliki banyak program studi yang dapat dimanfaatkan untuk melahirkan produk-produk seni dan budaya antikorupsi. Namun di sisi lain, ISI juga memandang perlunya pendidikan dan penguatan karakter bangsa dan profesi, dalam mata kuliah khusus yang dapat diisi oleh KPK.

Sumber: Humas KPK

Editor: AG

Previous ArticleKomunitas Penyair Gelar Sayembara Buku Puisi dan Parade Puisi
Next Article Sebuah Rumah di Compang Mekar Ludes Terbakar

Related Posts

Stafsus Menteri HAM: Wartawan Hukum Mitra Strategis Penegakan HAM

2 Agustus 2026

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.