Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Mentan: Produksi Bawang di Malaka Belum Cukup
Ekbis

Mentan: Produksi Bawang di Malaka Belum Cukup

By Redaksi23 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana Coffee Morning di Rumah Jabatan Bupati Belu (Foto: Marcel)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan produksi bawang di Kabupaten Malaka belum cukup untuk memenuhi kuota ekspor ke Timor Leste.

Karena itu, dia meminta beberapa kabupaten lain untuk membantu menyuplai bawang merah demi memenuhi kuota ekspor ke Timor Leste. Kuota yang sudah disepakati yaitu 100 ton bawang merah tiap musimnya.

Sementara saat ini Kabupaten Malaka hanya mampu memeroduksi bawang merah sebanyak 10 ton tiap musim panen.

Permintaan Mentan ini disampaikan Bupati Belu Willibrodus Lay saat coffee morning bersama Forkompinda Belu di Rumah Jabatan Bupati Belu, (22/9/2017).

Dikatakan, saat ini Malaka hanya mampu menyediakan 10 ton bawang merah.

Hal ini jauh dari yang disepakati oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia dengan Timor Leste.

Lay menuturkan dirinya telah menyanggupi permintaan Mentan Amran untuk membantu Kabupaten Malaka menggekspor bawang merah dengan menyediakan 20 sampai 30 ton, sehingga kuotanya bisa mencukupi.

“Saat ini kita tidak lagi melihat ini Kabupaten Belu, ini Kabupaten Malaka. Tapi yang menjadi pertimbangan kita bahwa tidak lucu kalau kementrian mengekspor bawang ke Timor Leste hanya 10 ton,” jelas Lay.

Dia menyampaikan harga ekspor yang disepakati oleh Kementan dan Timor Leste adalah Rp 15.000/kg. Sedangkan harga yang beredar di pasaran adalah Rp 25.000/kg.

Karena itu Lay meminta bantuan bulog untuk menyediakan bawang merah untuk diekspor ke Timor Leste.

“Saya sudah minta bantuan Dinas Pertanian untuk mencari masyarakat agar menjual bawangnya ke pemerintah. Tapi, masyarakat tidak ada yang mau menjual karena harganya jauh di bawah harga pasar,” terang dia.

Bupati Lay mengaku harga bawang merah di Dili, ibu kota Negara Timor Leste sebesar Rp 15.000/kg.

Harga ini fluktuatif pada saat ekspor itu dilakukan.

Direncanakan ekspor itu sudah berlangsung pada tanggal 25 atau 26 September mendatang.

Namun karena saat ini Malaka sedang dilanda duka, maka Mentan Amram mengundurnya sampai tanggal 10 Oktober 2017 nanti.

“Pada 10 Oktober nanti kita akan mengekspor bawang. Saya harap kita semua hadir saat pelepasan ekspor tersebut berlangsung,” pinta Lay.

“Rencananya pelepasan ekspor bawang merah akan dilakukan di Mota’ain,” katanya. (Marcel/AA/VoN)

Belu
Previous ArticleWaspadai Kandidat ‘Siluman’ ala Parpol
Next Article Tembak Warga Matim, Kapolda NTT Didesak Tindak Tegas Oknum Polisi

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.