Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pengamat: NTT Butuh Sosok Seperti Jokowi dan Ahok
NTT NEWS

Pengamat: NTT Butuh Sosok Seperti Jokowi dan Ahok

By Redaksi24 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rudi Rohi (Foto: Metro News)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Pengamat politik pada Institute for Resource Governance and Social Change (IRGSC), Rudi Rohi menilai saat ini masyarakat NTT sedang mencari pemimpin serupa Jokowi dan Ahok.

Oleh karena itu, isu primordial tidak lagi menarik bagi sebagian besar masyarakat pada Pilgub NTT 2018 mendatang.

“Isu primernya adalah masyarakat sedang mencari pemimpin dengan standar Jokowi atau Ahok,” terangnya saat dihubungi VoxNtt.com, Sabtu (23/9/2017).

Selama 3 kali Pilgub NTT sebelumnya faktor etnik dan agama sangat kuat pengaruhnya dalam penentuan kandidat pada level partai politik dan pilihan masyarakat.

Pasangan kontestan yang tampil dalam Pilgub biasanya merepresentasikan perpaduan etnik dan agama.

Kombinasi Timor dan Flores, Flores dan Timor, Rote dan Flores, serta Katolik dan Protestan sudah bukan merupakan hal baru.

Lebih jauh pengajar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana tersebut menyatakan saat ini politik identitas memang masih berpengaruh di tataran elit dalam menentukan keputusan politik.

Akan tetapi, sebagian besar rakyat telah keluar dari politik identitas terutama untuk konteks NTT yang sangat plural dan toleran.

Terkait perkiraan jumlah paket yang akan tampil dalam Pilgub NTT 2018 mendatang dirinya menduga hanya akan ada 3 sampai 4 paket.

Jumlah paket sangat bergantung pada bentuk koalisi yang dibangun. Bila koalisinya kecil maka ada peluang muncul 4 paket namun bila koalisi gemuk yang dibangun maka hanya aka nada 3 paket.

Sejauh ini beberapa kandidat sudah digadang-gadang akan maju dalam Pilgub nanti.

Ada Benny K Harman, Jacky Uli, Melki Laka Lena, Kristo Blasin, Daniel Tagu Dedo, Ray Fernandes, dan pasangan Eston Foenay-Chris Rotok. Belakangan muncul juga nama lain yakni Marianus Sae. (Are De Peskim/AA/VoN)

Sikka
Previous ArticleMau Lepas Penat? Yuk, Kunjungi Air Terjun Tiga Tingkat di TTU
Next Article Kapolres Marselis Tanggapi Kasus Penembakan Warga Matim

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.