Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Novanto Dinilai Lebih Kejam dari PKI
HEADLINE

Novanto Dinilai Lebih Kejam dari PKI

By Redaksi27 September 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta Aksi. (Foto: PMKRI)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar yang juga adalah Ketua DPR RI, Setya Novanto dinilai lebih kejam dari isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat ini dilarang di Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua termandat PMKRI Cabang Kupang, sekaligus Presidium Germas, Adrianus Oswind Goleng saat diwawancarai media ini usai melakukan orasi dalam mimbar bebas bertajuk “Save KPK”, Rabu (27/09/2017) di depan Marga PMKRI, Jln. Jend. Soeharto No. 20 Naikoten 1, Kota Kupang.

Menurut Oswind, demikian ia disapa, sikap Novanto yang selama ini diduga berupaya melemahkan KPK, melakukan praperadilan dan mengangketkan KPK adalah suatu bentuk pelanggaran terhadap hukum dan sama sekali tidak mencerminkan Pancasila. Karena itu dia anggap Novanto lebih kejam dari PKI yang sekarang diisukan bangkit kembali.

Baca: Lemahkan KPK, PMKRI Ajak Masyarakat Adil 3 Parpol Ini

“Saya nyatakan secara tegas, bahwa kalau kita buat perimbangan dan perbandingan antara PKI dan Novanto, maka hari ini saya nyatakan Novanto lebih jahat, Novanto lebih penjahat daripada PKI. Kenapa? Karena bagi saya, Novanto bukan pemain baru. Beliau adalah pemain lama yang kiprahnya di Partai politik sudah tersandung banyak masalah, termasuk kemarin itu kasus papa minta saham. Saya katakan sebagai masyarakat, sebagai orang muda bahwa  Novanto lebih kejam dari PKI. Karena mencuri uang rakyat sama dengan membunuh masyarakat,” tegas Oswind.

Pengalihan Isu

Berkaitan isu PKI yang sedang ramai diperbincangkan di seluruh jagat maya, Oswind menduga itu hanya mengalihkan isu semata agar masyarakat tidak fokus terhadap proses penangan kasus E-KTP yang selama ini terus diupayakan KPK.

Oleh karena itu, Oswin menegaskan PMKRI tidak akan terganggu dengan isu-isu yang muncul kemudian. Menurut dia, PMKRI konsisten dan tetap focus mendukung KPK.

“Konsentrasi PMKRI hari ini tetap mendukung KPK dan menolak partai-partai yang bernafsu untuk mendorong hak angket terhadap KPK,” ujarnya.

Menurut dia, aksi dukungan untuk menuntaskan kasus korupsi E-KTP bukan baru dilakukan PMKRI, melainkan gerakan yang terus berlanjut.

Dia mengisahkan, beberapa tahun silam PMKRI pernah menggelar aksi yang sama. Beberapa bulan lalu juga menyerukan hal yang sama.

Bahwa ada isu-isu lain seperti bangkitnya PKI, bagi dia, hanyalah pengalihan isu yang sengaja dilakukan pemerintah untuk mengalihkan pikiran dan pandangan masyarakat lalu melupakan kasus E-KTP.

“Kami tetap kosentrasi dengan kasus E-KTP hingga tuntas, kami tidak peduli dengan isu-isu lain. Bagi kami itu hanya untuk pengalihan semata guna membungkam kasus E-KTP,” cetus Oswind.

Tudingan Oswind ini dinilai bukan tidak berdasar. Kasus E-KTP telah mengorbankan banyak hal termasuk nyawa saksi kunci dalam kasus ini, Johanes Marliem.  Marliem diduga bunuh diri karena tertekan dalam menghadapi kasus ini.

Selain Marliem, juga terjadi kekerasan yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan yang berusaha mengungkap kasus ini.

Anti Pancasilais

Selain menilai Novanto, Oswind juga mengatakan bahwa Partai pengusung hak angket merupakan partai-partai yang tidak menunjukan semangat Pancasila.

Menurut dia, partai yang Pancasilais tidak mungkin terlibat dalam korupsi apa lagi mendukung pelaku korupsi.

“Bagi saya, partai-partai yang hari ini menyatakan diri sebagai partai yang Pancasilais tetapi tidak diwujudkan dalam sikap dan perilaku, itu merupakan bentuk pelacuran terhadap Pancasila. Ini adalah bentuk pelacuran terhadap Pancasila” kesal Oswind. (Tarsi Salmon/BJ/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticlePresiden Didesak Tegas dalam Kisruh KPK vs DPR
Next Article TNI dan Herman Herry Gelar Open Road Race di Atambua

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.