Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Perkelahian Sadis antar Tetangga di SBD, Dua Orang Tewas
HEADLINE

Perkelahian Sadis antar Tetangga di SBD, Dua Orang Tewas

By Redaksi28 September 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi salah satu korban yang meninggal usai kejadian (Foto: Ancik/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

​Tambolaka, Vox NTT- Kasus pembunuhan tragis terjadi di Kampung Watukateraka, Desa Tana Teke, Kecamatan Wewewa Selatan,  Kabupaten Sumba Barat Daya pada Rabu, 27 September 2017.

Pembunuhan sadis ini diduga akibat sengketa tanah yang melibatkan keluarga Lede Bora (50) dan Bulu Bali (55). Kedua pihak yang berselisih adalah tetangga rumah di Kampung Watukateraka.

Kepala polisi sektor (Kapolsek) Wewewa Selatan, Petrus Muda  mengungkapkan,  kejadian ini berlangsung sekitar pukul 11.00 wita.

Kejadian bermula ketika terjadi pertengkaran mulut antara Lede Bora dan Bulu Bali terkait masalah tanah di pekarangan rumah yang akan ditanami jagung oleh Bulu Bali. Lokasi pekarangan ini sebelumnya sudah dikerjakan Lede Bora untuk ditanami jagung.

Melihat gelagat Bulu menanam jagung di lokasi yang sudah dikerjakannya itu, Lede Bora pun menanyakan hal itu kepada Bulu.

Namun pertanyaan Lede tersebut tidak diterima baik oleh Bulu Bali. Pertengkaran mulut keduanya pun tak terhindarkan.

Mendengar pertengkaran tersebut, anak – anak dari Bulu Bali yakni Dominggus Malo (30), Vinsen Bulu (33), Umbu (36) dan Sam (28) masuk ke dalam rumah milik Lede Bora.

Di dalam rumah, salah satu anak dari Bulu Bali sempat menanyakan perihal percekcokan tersebut. Sang Ayah menjawab bahwa pihak Lede mempersoalkan sejengkal tanah yang akan ditanami jagung itu.

Mendengar jawaban tersebut, tanpa berpikir panjang anak – anak dari Bulu Bali langsung mencabut parang dan menyerang keluarga Lede Bora.

Perkelahian berdarah pun tak terhindar. Dua orang adik dari Lede Bora yakni Bulu Bora (40) dan Agustinus Malo Bora (38) harus meregang nyawa di TKP.

Bulu Bora sendiri mengalami luka potong di bagian pinggang kiri, dahi bagian kiri, pipi bagian kiri, tengkuk belakang, leher, bahu kiri,  dan pergelangan tangan kiri.

Korban lain adalah Agus Bora (adik Lede Bora) yang mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Sementara Lede Bora mengalami luka di bagian kepala, punggung bagian kanan, dan tangan kiri.

Saat ini, korban yang selamat dirawat di RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Diceritakan Kapolsek Petrus, setelah kejadian tersebut, salah satu pelaku menyerahkan diri ke Polsek Wewewa Selatan sedangkan pelaku lainnya sedang dalam pencarian polisi.

Kapolsek Wewewa Selatan, Petrus Muda saat diwawancarai media ini di TKP menghimbau agar pihak keluarga tidak melakukan aksi balas dendam. Hal ini disampaikan Petrus mengingat kedua belah pihak adalah tetangga rumah.

“Saat bertemu keluarga di rumah duka, saya datang dan mengimbau agar tidak ada aksi balasan atau dendam. Biarkan kami dari kepolisian mengusut dan menyelesaikan dengan tuntas  masalah ini. Dan secara lisan pihak keluarga menyanggupi,” kata Petrus di Mapolsek Wewewa Selatan, Rabu (27/9/2017) malam.

 

Untuk diketahui, korban yang meninggal dunia telah diserahkan ke pihak keluarga setelah dilakukan visum oleh tim  identifikasi Polres Sumba Barat.

Pantauan media ini, anggota polisi dari Polsek Wewewa Selatan masih melakukan penjagaan di rumah duka dan memasang police line di TKP. (Ancik/VoN).

Sumba Barat Daya
Previous ArticleInfrastruktur Jadi Kerinduan Tak Terhingga Warga Desa Renrua (Bagian 2)
Next Article Ugoanus Rama, Anak Tunanetra Sang Suara Merdu

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.