Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Air Minum Rp 1,1 Miliar Hanya Jadi Pajangan di Ndora Nagekeo
Regional NTT

Proyek Air Minum Rp 1,1 Miliar Hanya Jadi Pajangan di Ndora Nagekeo

By Redaksi28 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bak penampung air yang mubazir pada proyek air bersih oleh CV. Kharisma Bakti dengan pagu APBD Rp 1,1 Miliar (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT-Pembangunan sarana air bersih yang menggunakan APBD Nagekeo Tahun 2015 senilai Rp 1.189.730.000 di Ndora, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT hanya jadi pajangan di Dusun C, Desa Ulupulu 1.

Pengerjaan air bersih yang dimulai dari Gezu, Kotakeo menuju Desa Ulupulu dan Desa Ulupulu 1 oleh CV Kharisma Bakti akhirnya tidak difungsikan alias mangkrak. Hingga kini masyarakat dua desa tidak menikmati air bersih.

Berdasarkan pantauan media ini pada, Rabu (27/9/2017) sore, reservoir atau bak penampung air bercat biru pada proyek tersebut nampak kering tidak terisi.

Kerusakan lain seperti bak pada saluran penampung yang sudah terlihat retak. Socket persambungan dari pipa plastik jenis High Density Poly Ethylene (HDPE) juga sudah mulai karat.

Begitu pula pipa HDPE tergulung berantakan di sekitar bak penampung tersebut.

Kondisi ini membuat bak air pada proyek yang menelan miliran rupiah tersebut sudah tidak difungsikan lagi. Akibatnya, masyarakat dua desa tersebut kesulitan air bersih berkepanjangan pada musim kemarau.

Sebelumnya, Kepala Desa Ulupulu 1, Emilianus Meze mendesak agar proyek pengadaan air bersih tersebut dapat dilakukan normalisasi kembali. Hal ini bermaksud agar masyarakat dapat menikmati air selayaknya.

Ia mengatakan, masyarakat saat ini hanya bersandar pada mata air lokal dengan debit air yang sangat kecil. Keadaan ini membuat masyarakat dua desa harus mengantri hingga larut malam.

“Ada tujuh mata air yang menjadi sandaran masyarakat dengan debit yang sangat kecil. Saat ini masih konservasi mata air Dinga,”kata Emilianus saat ditemui di Kantor Desa Ulupulu 1 tidak lama ini.

Ia menegaskan, Pemerintah Desa dan masyarakat Ndora sudah bekerja sama dengan masyarakat adat Gezu secara budaya. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mendistribusikan air bersih di wilayah Ndora.

“Ya, tinggal teknis saja. Kita menunggu bagaimana proses selanjutnya. Kita harap supaya air itu bisa dimanfaatkan masyarakat Ndora,”ujar Kades Emilianus. (Ian Bala/AA/VoN)

Ende Nagekeo
Previous ArticleNiko Martin: DPR itu wakil rakyat, bukan untuk kerja proyek
Next Article Tak Kantongi IMB, Bangunan Milik Maksi Nggaus Disegel Satpol PP Mabar

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.