Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»September 2017, Penderita Diare di TTU Naik
KESEHATAN

September 2017, Penderita Diare di TTU Naik

By Redaksi11 Oktober 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Plt.Dirut RSUD TTU, Robertus Tjeunfin,S.Kep,NS,MPH
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TTU pada bulan September 2017 menangani sebanyak 42 penderita diare.

Para penderita diare tersebut rata-rata masih berusia anak-anak yang dirujuk dari luar kota Kefamenanu.

“Kalau Januari sampai Juli jumlah kasus diare kecil, sedangkan pada bulan Agustus naik menjadi 16 kasus dan terbanyak pada bulan september dengan jumlah 42 kasus,” jelas Plt. Direktur Utama RSUD TTU, Robertus Tjeunfin,S.Kep,NS,MPH saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Rabu (11/10/2017).

Robert mengatakan sesuai dengan data yang ada, jumlah penderita diare terbanyak berasal dari desa yang kekurangan bersih.

Menurut dia hal itu terjadi lantaran air yang dikonsumsi sudah tercemar dan juga tidak memperhatikan kualitas kesehatannya.

Selain itu, lanjut Robert, pola hidup sehat yang masih minim juga menjadi salah satu sebab tingginya angka penderita diare tersebut.

“Pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan buang hajat tidak pada tempatnya dan juga mengkonsumsi air yang sudah tercemar menjadi sebab tingginya angka penderita diare,” jelas Robert.

Karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar apabila ada anggota keluarga yang terkena diare hendaknya tidak terburu-buru untuk dibawa ke rumah sakit ataupun pusat fasilitas kesehatan. Namun terlebih dahulu diberikan minuman pengganti cairan yang hilang akibat dehidrasi. (Eman Tabean/AA/VoN)

TTU
Previous ArticleUskup Ruteng Undur Diri, Nick Deki: Itu yang Diharapkan
Next Article Benahi Karakter Media, Wartawan Vox NTT di Flores Gelar Raker

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.