Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pedagang Pasar Potulando Ende Keluhkan Barang Sering Dicuri
Regional NTT

Pedagang Pasar Potulando Ende Keluhkan Barang Sering Dicuri

By Redaksi16 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi darurat pasar Potulando sementara saat ini. Pedagang mengeluh karena barang jualan sering dicuri (Foto : Ian Bala/Voxntt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pedagang pasar Potulando, Kelurahan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT mengeluhkan barang dagangan mereka yang sering dicuri orang.

Hal ini, menurut dia, disebabkan tidak adanya penjaga atau petugas pengaman pasar.

“Setelah pindah lokasi pasar, barang dagang kami sering hilang. Kami tidak tahu siapa yang mengambil. Ya, karena penjaga tidak ada,”katanya warga asal Kelurahan Onekore ini, Senin (16/10/2017) siang.

Ia menjelaskan, para pedagang dipindahkan sementara karena ada pekerjaan los pasar setelah kebakaran beberapa waktu lalu.

“Kami tahan di pasar ini. Ya, memang ini sudah darurat. Katanya, bulan desember nanti kami pindah kembali,”tutur dia.

Keluhan lain juga disampaikan Mariani, pedagang asal Onekore. Ia menyebutkan, barangnya sering dicuri setelah pemindahan pasar.

“Kalau dulu (pencuri, red) berkurang karena ada penjaga. Tapi, juga ada orang yang curi. Biasanya, curi kecap, curi sayur. Pokoknya sembako yang banyak hilang,”kata Mariani.

Ia mengaku tidak ada tempat untuk mengamankan barang dagangannya. Setelah pasar tutup, barang hanya dibungkus dengan terpal dan karung.

“Saya rasa kecewa karena sering hilang. Kami minta supaya bisa secepatnya pindah ke pasar baru supaya barang kami aman,”katanya.

Pantauan VoxNtt.com, Senin (16/10/2017) siang, proses pengerjaan los pasar tengah berlangsung setelah sebelumnya terhenti dan tidak dapat terselesaikan tepat waktu meskipun melakukan adendum selama 50 hari.

Pengerjaan dilakukan oleh CV Sarta Jaya Mandiri dengan item pekerjaan pengembangan 23 los kios dengan pagu anggaran sebesar Rp 870 juta.

Sedangkan pengerjaan sebelumnya dilakukan oleh CV Sakinah dengan konsultan perencanaan CV Sa’o Ria. Pagu pengerjaan sebesar Rp 850 juta.

Penulis : Ian Bala

Ende
Previous ArticleTerdakwa Kasus Pungli di Dinas Pendidikan Mabar Divonis 5 Bulan Penjara
Next Article Meski Partai Baru, PSI Yang Pertama Serahkan Berkas Lengkap ke KPUD Sikka

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.