Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek PAMSIMAS di Desa Manong Disoroti Dinas PUPR Manggarai
Regional NTT

Proyek PAMSIMAS di Desa Manong Disoroti Dinas PUPR Manggarai

By Redaksi18 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
MCK yang dibangun dari dan PAMSIMAS, namun mubazir (Foto: Dok Warga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Adi Empang angkat bicara soal proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang tidak tuntas di Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

Pasalnya, adanya proyek tidak tuntas tersebut merupakan kabar buruk baginya. Disebut kabar buruk karena proyek itu dinilai tidak membawa manfaat bagi masyarakat.

“Tapi, kita carikan jalan keluarnya. Yang penting saja ada sumber air di dekat situ. Memang itu bukan tanggung jawab kita, kan ada OMSnya (Organisasi Masyarakat Sipil), tapi mau tidak mau kita lakukan supaya masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” katanya kepada VoxNtt.com, Senin (9/10/2017).

BACA: Proyek PAMSIMAS di Desa Manong Bermasalah

Kata Empang, berdasarkan aturan yang ada, proyek PAMSIMAS sepenuhnya dikelola oleh OMS, sedangkan Dinas PUPR hanya bertugas mendampingi dan mengawasi. Karena dikelola sepenuhnya oleh OMS, seharusnya proyek itu sukses karena dikerjakan sendiri oleh masyarakat setempat.

“Makanya saya kecewa begitu tahu seperti itu, padahal anggarannya cukup banyak. Sekarang yang jadi korban kan masyarakat di situ,” tukas Empang.

Sebab itu, dia berjanji akan memanggil kepala desa dan OMS untuk segera membicarakan masalah tersebut.

“Kami sudah hubungi kepala desa dan OMS, dalam waktu dekat mereka ke sini,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan VoxNtt.com, proyek PAMSIMAS di desa tersebut tidak tuntas dikerjakan lantaran sebagian dari dana proyek itu dibawa lari oleh Ketua OMS.

Dari anggaran 250 juta, OMS hanya membuat 1 unit MCK dan membeli pipa, tapi selebihnya penggunaan dana proyek itu tidak jelas.

Sampai sekarang, pipa yang sudah dibeli OMS itu tidak terpasang dan masih terlihat menumpuk di  itu. Karena itu, MCK yang sudah dibangun OMS tidak dapat dialiri air sehingga mubazir.

Kontributor: Ano Parman
Editor: Boni Jehadin

Manggarai
Previous ArticleDi Ende, Tukang Ojek dan Pedagang Sayur Saling Menyalahkan
Next Article Tentang “Pribumi” dan Jakarta

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.