Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Ende, Tukang Ojek dan Pedagang Sayur Saling Menyalahkan
Regional NTT

Di Ende, Tukang Ojek dan Pedagang Sayur Saling Menyalahkan

By Redaksi18 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi pasar Mbongawani yang sudah mengantri pada pagi hari. Hal ini disebabkan pedagang sayur dan tukang ojek yang belum diatur tertib (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Para pedagang sayur di Pasar Mbongawani Ende, NTT menyalahkan sejumlah tukang ojek yang parkir di depan lapak penjual sayur.

Parkir liar oleh sejumlah tukang ojek dinilai menghalang jualan para pedagang harian.

“Mereka (tukang ojek) setiap hari menghalangi jualan kami. Kami merasa dirugikan karena mereka tidak parkir pada tempatnya,” kata Emirensiana Sera, pedagang asal Nuabosi, Kecamatan Ende, Rabu (18/10/2017) pagi.

Para tukang ojek, jelas dia, mesti diatur terbit masuk ke tempat parkir persis di kompleks penjualan ikan. Sehingga, jualan pedagang tidak dihalangi.

“Kalau pagi hari, disini selalu macet. Tukang ojek parkir sembarang dan menghalang-halangi kami,” ujar dia.

Keluhan lain juga dilontarkan Syarina, salah seorang pedagang persis di kompleks pertokoan.

Syarina mengaku kecewa lantaran ulah tukang ojek yang dinilai parkir secara sembrono.

“Saya sangat kecewa, tiap kali kita selalu marah. Kok, parkir selalu di depan lapak kami. Memangnya tidak ada tempat parkir lain,” katanya.

Menanggapi itu, sejumlah tukang ojek malah balik menyalahkan para pedagang sayur yang jual di bibir jalan.

Mereka menilai, para pedagang sayur tidak menempatkan lapak-lapak di kompleks pasar Mbongawani.

“Kami tidak salah, yang salah mereka. Mereka harus jual di dalam (pasar) bukan di luar,” kata Fahri dan Mad Hasan di kompleks pertokoan, Rabu pagi.

“Ini tempat kami pak, bukan tempat pedagang. Disini jalan bukan pasar,” tambah Fahri.

Pantauan VoxNtt.com di kompleks pasar Mbongawani, terlihat puluhan lapak yang belum diisi pedagang. Para pedagang berjualan di sepanjang bibir jalan.

Begitu pula di area parkir yang terlihat masih lowong. Tukang ojek terlihat tidak diatur dan parkir di sepanjang jalan umum.

Penulis: Ian Bala

Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleDiduga Lakukan Pungli, Ini Tanggapan Kades Manong
Next Article Proyek PAMSIMAS di Desa Manong Disoroti Dinas PUPR Manggarai

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.