Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Rutan Bajawa Didominasi Napi Pecabulan Anak
Regional NTT

Rutan Bajawa Didominasi Napi Pecabulan Anak

By Redaksi19 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Rutan Bajawa, Antonius Bambang Yuniarto (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Mayoritas penghuni di rumah tahanan (Rutan) kelas II B Bajawa Kabupaten Ngada adalah pelaku kasus pencabulan anak di bawah umur.

Dari 185 orang narapidana (Napi), sebanyak 27 orang diantaranya adalah terpidana kasus pencabulan anak.

Kepala Rutan Bajawa, Antonius Bambang Yuniarto kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (19/10/2017) mengatakan, selain pelaku pencabulan terdapat 16 orang terpidana khusus yakni korupsi.

Selanjutnya terpidana narkoba sebanyak 9 orang. Human traffickig sebanyak‎ 4 orang.‎

Sedangkan sisanya adalah pelaku pencurian, kasus pembunuhan, dan kasus penganiayaan.

Over Kapasitas

Lebih lanjut Antonius mengatakan, kondisi terkini Rutan Kelas II B Bajawa sudah melebihi kapasitas.

Akibatnya, satu ruang tahanan terpaksa dihuni oleh 10 Napi. Mereka pun berdesakan dalam sel tahanan.

Dikatakan, hingga kini di Rutan Kelas II B Bajawa terdapat 3 blok tahanan dan dihuni oleh 200 warga binaan.

Padahal idealnya, kapasitas Rutan Bajawa hanya mampu menampung 180 warga binaan.

“Kita ada 200 tahanan, dari 200 orang itu, ada 185 orang Napi dan 15 orang masih dalam status tahanan,” kata Antonius.

Dia menegaskan, jika penghuni Rutan Bajawa makin bertambah, maka pihak Antonius akan mengambil langkah alternatif dengan memindahkan sebagian tahanan ke Lapas Ende.

Selain over kapasitas, jumlah petugas saat ini kata Antonius, masih kurang.

Untuk itu dia berharap ada penambahan personil petugas demi memaksimalkan penjagaan Rutan.

“Jumlah petugas di Rutan Bajawa saat ini hanya 26. Dari 26 orang itu petugas tenaga pengamanan hanya 14 orang sisanya tenaga administrasi,” ujarnya

Padahal menurut Antonius idealnya‎ petugas di Rutan Bajawa hatus ada 48 orang.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Ngada
Previous ArticleDongkrak Pariwisata, Pemkab Belu Gelar Festival Fulan Fehan 
Next Article Kecewa Air Sering Macet, Puluhan Warga Toka Datangi Kantor BLUD SPAM Matim

Related Posts

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.