Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Mengintip Kebersihan Toilet Mulai dari Perkantoran di Ende
NTT NEWS

Mengintip Kebersihan Toilet Mulai dari Perkantoran di Ende

By Redaksi20 Oktober 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Urinal atau tempat kencing laki-laki pada toilet Dinas KPAD Ende tidak terpakai karena rusak (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Toilet dan kamar mandi memiliki peranan penting dalam penciptaan citra. Sehingga, adagium mengatakan “jika anda melihat kebersihan suatu tempat, lihatlah toilet dan kamar mandinya”.

Pepatah ini memacuh setiap orang untuk berkomitmen menjaga kebersihan. Baik kebersihan di rumah, ruang kantoran hingga ke toilet atau kamar WC.

Kali ini, VoxNtt.com mencoba menelusuri kebersihan toilet kantoran mulai dari badan dinas, kantor Bupati hingga kantor DPRD Ende.

Dari pengamatan sepekan terakhir, rata-rata toilet di sejumlah dinas terutama di kompleks kantor Bupati Ende masih terawat bersih.

Hanya beberapa ruang toilet yang masih ada catatan. Seperti tidak terdapat tisu pada setiap toilet serta beberapa urinal atau tempat kencing yang rusak.

Berawal dari toilet pada Dinas KPAD yang terdapat empat ruang pembuangan terakhir. Dua ruang lengkap dengan pot jongkok, ember penampung air disertai penggayung.

Satu ruang tertutup tidak difungsikan serta satu ruang terbuka ditempatkan empat buah urinal rusak.

Dari keempat urinal, satu lainnya ditempel isolasi hitam bersilang yang menandakan bahwa urinal sedang rusak.

Toilet ini lengkap dengan cermin serta kran air. Beberapa tulisan peringatan menjaga kebersihan pun dipasang termasuk di pintu masuk.

Pada umumnya, toilet ini terawat bersih baik di setiap pot maupun di lantai beralas keramik. Hanya terlihat lubang loteng yang sudah mulai rusak.

Bergeser ke toilet pada bagian umum yang sudah tercium aroma tak sedap. Bau pengap berasal dari ruang berdekatan yang diduga tempat penyimpanan arsip.

Di ruang toilet ini terdapat dua kamar WC yang masing-masing memiliki pot jongkok termasuk dengan ember penampung air. Hanya kloset sudah mulai kusam.

Sedangkan dua tempat urinal sudah tidak difungsikan karena rusak. Satu urinalnya sudah dicabut.

Di sini juga loteng terlihat berlobang tepat di kamar WC dua dekat ruang urinal.

Kemudian, toilet pria dan wanita di lantai dua Kantor Bupati nampak bersih. Di toilet pria misalnya, lengkap semua jenis sarana toilet termasuk tempat sampah.

Ada empat urinal terpakai, tiga pot duduk dan ada satu pot jongkok. Semua dilengkapi dengan pewangi serta kapur barus atau kamper pada urinal.

Di toilet ini para pengunjung terasa lebih sedikit nyaman, sebab semua peralatan masih difungsikan.

Sama halnya toilet wanita persis dibelakang ruang Sekda. Hanya pada pot duduk terlihat tidak kering sebagaimana standar dari kebersihan toilet.

Berbeda dengan toilet milik Badan Kepegawaian Daerah, persis sebelah kiri dari jalan masuk.

Satu unit toilet wanita sudah digembok petugas. Belum diketahui penyebabnya.

Pengunjung harus menggunakan satu unit toilet yang sama. Lebih parah, empat buah urinal dan dua buah kran air sudah rusak. Kondisi ini membuat pengunjung agak sedikit sulit membuang air.

Pengunjung hanya menggunakan dua ruang yang masing-masing memiliki pot duduk dan pot jongkok. Kondisi ruang WC ini masih terlihat bersih terawat. Hanya tidak terdapat tisu disana.

Beralih ke toilet di kantor DPRD Ende, Jalan El Tari. Ada dua toilet umum pria dan wanita.

Kedua toilet ini menggunakan kloset duduk disertai bak air. Hanya dua kamar ukuran sama ini tidak terlihat tempat sampah.

Sebuah peringatan tentang tidak membuat pembalut atau tisu pada toilet wanita tertulis tembok. Peringatan menjaga kebersihan pun ditempel pada setiap sudut.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticlePenjual Pisang di Ende Usul Pemerintah Desa Perkuat Bumdes
Next Article Parpol dan Generasi Milenial

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.