Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Penjual Pisang di Ende Usul Pemerintah Desa Perkuat Bumdes
HEADLINE

Penjual Pisang di Ende Usul Pemerintah Desa Perkuat Bumdes

By Redaksi20 Oktober 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Neni (55) warga Wolotopo menjual pisang keliling Kota Ende. Ia berharap Pemerintah Desa dapat mendorong bangun badan usaha milik desa (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Yohanes Neni, warga Desa Wolotopo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende mengusulkan pemerintah desa fokus pada badan usaha milik desa atau Bumdes.

Menurut dia, Bumdes lebih menjamin untuk mempertahankan harga hasil para petani.

“Daripada masyarakat menjual sendiri di pasar. Banyak hasil kebun yang bisa diolah pemerintah,” kata Yohanes, salah seorang penjual pisang asal Wolotopo.

Ditemui di Jalan Durian Ende, pada Kamis (20/10/2017) siang, Yohanes berpendapat, jika pemerintah desa fokus pada usaha komoditi, maka bisa menjamin ekonomi masyarakat meningkat.

Misalnya, mempertahankan harga komoditi serta upaya mendorong masyarakat bertani secara modern.

“Pisang wolotopo ini punya khas sendiri. Rasanya enak dan dapat menghasilkan banyak kalau diatur baik,” katanya.

Sejauh ini, jelas dia, pemerintah lebih fokus pada usaha pembangunan. Sedangkan pemberdayaan belum dimaksimalkan.

Padahal, sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat lebih menjamin harapan masyarakat.

Ia berharap, isyarat ini dapat membantu pemerintah mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Saya contoh, kami jual pisang ini harus keluarkan uang oto sepuluh ribu datang ke Ende. Kalau tiap hari hitung sudah berapa. Uang itu harusnya tidak keluar atau gunakan yang lain,” katanya berpesan.

Penulis: Ian Bala

Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleAir PAM Macet, Warga Watu Mori Minum Air Selokan yang Keruh
Next Article Mengintip Kebersihan Toilet Mulai dari Perkantoran di Ende

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.