Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kapolres TTU Tanggapi Desakan PMKRI Kefamenanu
Regional NTT

Kapolres TTU Tanggapi Desakan PMKRI Kefamenanu

By Redaksi27 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Massa aksi dari PMKRI cabang Kefamenanu sementara menggelar aksi di depan Mapolres TTU terkait kematian Yaner Afeanpah (Foto: Eman/voxntt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto didesak mundur dari jabatannya pasca meninggalnya Yaner Afeanpah (23) warga kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu. Yaner meninggal di ruang Satuan Tahanan dan Barang Mapolres TTU pada Minggu 21 Oktober 2017.

Kasus kematian sekuriti bank BNI cabang Kefamenanu ini dituding akibat kesalahan prosedur saat pengamanan yang dipimpin oleh AKBP Rishian pada Sabtu (20/10/2017) lalu.

BACA: Security BNI Tewas di Ruang Sattahti Polres TTU

Desakan tersebut disampaikan oleh sekitar belasan aktivis PMKRI Kefamenanu saat melakukan aksi long march pada hari Jumat (27/10/2017).

Pantauan VoxNtt.com, aksi yang menggunakan sebuah mobil pick-up dan beberapa sepeda motor ini mulai bergerak dari marga PMKRI di perempatan gereja Naesleu menuju ke Polres TTU.

Usai berdialog dengan Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, massa aksi langsung bergerak menuju ke gedung DPRD TTU guna mengadukan persoalan kematian Yaner ke para wakil rakyat.

Kapolres TTU, AKBP Rishian saat dimintai tanggapannya terkait tuntutan PMKRI tersebut menilai bahwa aksi yang dilakukan oleh para aktivis tersebut sebagai suatu bentuk kontrol masyarakat terhadap kinerja kepolisian.

BACA: Terkait Kematian Yaner, Kapolres TTU Didesak Mundur dari Jabatan

Namun Rishian menegaskan bahwa semua tindakan yang diambil oleh pihak kepolisian dalam penggeledahan pada hari sabtu malam tersebut sudah sesuai prosedur yang ada.

“Masyarakat harus paham hukum secara utuh, sesuai dengan KUHAP penyelidik juga punya hak untuk melakukan penggeledahan badan”tegas Rishian.

Terkait dugaan adanya kekerasan yang dialami oleh Yaner,Rishian menegaskan bahwa tidak ada kekerasan apapun yang dilakukan oleh pihaknya.

Lebih jauh Rishian berharap agar masyarakat bersabar sambil menunggu hasil otopsi yang sudah dilakukan oleh tim dokter forensik.

“Otopsi sudah dilakukan,kita semua harap bersabar  untuk menunggu hasilnya”ungkap Rishian.

Kontributor: Eman Tabean

Editor: Irvan

TTU
Previous ArticleTerkait Kematian Yaner, Kapolres TTU Didesak Mundur dari Jabatan
Next Article Mendagri Dijadwalkan Pimpin Upacara di Fulan Fehan Belu

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.