Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Duh! Banyak Remaja di Maumere yang Berhubungan Seks pada Usia 15-18 Tahun
NTT NEWS

Duh! Banyak Remaja di Maumere yang Berhubungan Seks pada Usia 15-18 Tahun

By Redaksi6 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Yakkestra, Yohanes Brechmans Tanaboleng (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox Ntt- Banyak remaja di Maumere sudah berhubungan seks saat berusia 15-18 tahun.

Hal itu terungkap melalui Survei Perilaku Remaja oleh Yayasan Kesejahteraan dan Kesehatan Masyarakat Flores- Lembata (Yakkestra).

Hasil survei tersebut telah diseminarkan pada Kamis (2/11/2017) lalu, di Hotel Permata Sari, Maumere.

Direktur Yakkestra, Yohanes Brechmans Tanaboleng kepada VoxNtt.com menerangkan, dari 150 remaja dengan rentangan usia 12-24 tahun yang menjadi responden terdapat 53 orang yang mengaku telah berhubungan seks.

Diagram Hasil Penelitian Perilaku Remaja untuk unsur perilaku. (Dok. Yakestra)

“Berdasarkan usia melakukan hubungan seks terdapat 40 responden yang sudah mulai berhubungan seks penetratif saat saat berusia 15-18 tahun,” terang Yohanes Brechmans Tanaboleng usai kegiatan.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibanding kelompok usia 19-24 tahun yang berjumlah 10 orang.

Akan tetapi, ada juga rupanya responden yang telah berhubungan seks saat berusia 12-14 tahun yakni sebanyak 3 orang.

Survey ini dilakukan Yakkestra di 8 kecamatan di Maumere dan sekitarnya, yakni Kecamatan Alok Timur, Alok Barat, Alok, Nele, Nita, Lela, Kangae dan Kewapante.

Delapan kecamatan tersebut dipilih karena dinilai merupakan daerah konsentrasi remaja, karena menjadi pusat pendidikan di Sikka. Survei dilakukan pada 15-20 Mei 2017

Ditambahkannya, Yakkestra melakukan survei tersebut untuk mendapatkan gambaran kondisi perilaku seks remaja di Sikka.

Hal melatarbelakangi dilakukannya survei ini adalah maraknya pernikahan usia dini di Sikka.

Selain itu, Yakkestra melihat kebanyakan penderita HIV/AIDS saat ini berusia 40 tahun ke atas.

“Kami ingin tahu bagaimana kondisi dan perilaku seks remaja di Sikka agar dapat melakukan langkah-langkah intervensi yang tepat,” tegas dia.

Selain usia berhubungan seks penelitian tersebut juga menemukan sejumlah hal lain terkait perilaku seks remaja.

Penulis: Are Depeskim

Editor: Boni Jehadin

Sikka
Previous ArticleMasyarakat Ayotupas Minta Pemprov NTT Perbaiki Jalan Oe’o-Wanibesak
Next Article Kadar Etika dan Moral ASN “Penyerang” Wawalkot Rendah

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.