Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Tidak Ada Uang Operasional, Mobil Ambulans Puskesmas Dampek Mogok
KESEHATAN

Tidak Ada Uang Operasional, Mobil Ambulans Puskesmas Dampek Mogok

By Redaksi6 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Vitalis Hani, Kepala Puskesmas Dampek (kanan) saat memberi keterangan kepada sejumlah awak media di kantor Bupati Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Mobil ambulans milik puskesmas Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mogok lantaran tidak ada uang operasional.

Kepala Puskesmas Dampek, Vitalis Hani kepada sejumlah awak media di Kantor Bupati Matim, Jumat (03/11/2017) mengatakan sudah tiga bulan  mobil ambulans di puskesmas itu mogok jalan.

Mobil mogok karena kondisi ban yang sudah gundul. Tak ada uang operasional untuk menggatikan ban yang sudah gundul tersebut.

“Sudah tiga bukan mobilnya parkir saja di sana.  Mau jalan tidak bisa. Bannya sudah gundul sekali. Bahkan benangnya sudah kelihatan,” ujar Vitalis.

Dia mengaku tahun 2017 puskesmas Dampek tidak mendapatkan uang operasional. Bahkan sebelumnya untuk membeli bahan bakar, terpaksa harus mengecok uang perjalanan dinas agar mobil ambulans tersebut tetap beroperasi.

Vitalis mengatakan sudah melaporkan kodisi itu ke Dinas Kesehatan Matim. Namun tidak ditanggapi.

“Katanya nanti di perubahan ada anggaran untuk itu. Padahal sampai hari ini tidak ada. Untuk sementara mobilnya parkir saja. Nanti kalau ada uang baru ganti ban,” katanya.

Dia menambahkan jika ada pasien yang dirujuk ke RSUD Ruteng, pihaknya menggunakan kendaraan umum.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan pihak Dinas Kesehatan Matim belum berhasil dokonfirmasi seputar keluhan Kepala Puskesmas Dampek tersebut.

Penulis: Nansianus Taris

Editor: Adrianus Aba

 

Manggarai Timur
Previous ArticleDPD PAN Ngada Gelar Literasi Politik
Next Article Inspektorat TTU Didesak Audit Kekayaan Kepala Desa

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.