Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Laut Seputar Pelabuhan Marapokot Kembali Telan Korban Jiwa
HEADLINE

Laut Seputar Pelabuhan Marapokot Kembali Telan Korban Jiwa

By Redaksi13 November 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polisi sedang melakukan evakuasi korban Daeng Masiga (70) di titik 40 mil dari Pelabuhan Marapokot pada Kamis, 19 Oktober 2017 lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Laut di seputar pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo kembali menelan korban jiwa.

Pada Sabtu, 11 November 2017, warga kembali digegerkan dengan penemuan mayat Daeng Rate (53).

Nelayan asal Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo itu ditemukan tewas di pinggir pantai Gurumoreng di sekitar Muara kali Aesesa sekitar pukul 09.30 Wita.

Mayat Daeng Rate pertama kali diketahui oleh saksi Daeng Lukman. Ia adalah seorang nelayan yang merupakan kerabat korban. Saat itu Lukman hendak mencari bibit nener (benih ikan bandeng) di sekitar Muara Kali Aesesa.

Saksi Lukman mula-mula menaruh curiga setelah melihat perahu yang ditumpangi korban terdampar di tepi pantai dengan mesin dalam keadaan hidup.

Saksi pun mendekati korban yang dikiranya sedang tidur.

Namun begitu perahu diguncang-guncang, saksi mulai mencurigai korban sudah tidak bernyawa lagi.

Sebab korban saat itu tertidur dengan cara yang tak biasa. Ia tidur terlentang dengan posisi kaki tepat di knalpot mesin.

Merasa aneh cara tidur korban, saksi Lukman kemudian bergegas pergi melaporkan kejadian itu ke KP3 Laut dan Polsek Aesesa.

Selanjutnya, korban dievakuasi dengan bantuan warga.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Aeramo dengan bantuan mobil dinas Milik Kapolsek Aesesa guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada wartawan Kapolsek Aesesa AKP Ahmad yang memimpin langsung proses evakuasi itu, mengatakan dari hasil visum et repertum pihak Rumah Sakit Aesesa tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Usai divisum, jenazah kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Korban meninggalkan 1 orang istri dan 7 orang anak.

Penemuan mayat Daeng Rate sudah menambah barisan korban yang meninggal di perairan laut seputar pelabuhan Marapokot.

Berdasarkan data yang dihimpun VoxNtt.com, sepanjang tahun 2017 ini di perairan laut Marapokot telah memakan sejumlah korban jiwa.

Pertama, ‎satu keluarga asal Boawae, Kabupaten Nagekeo. Berniat untuk menikmati keindahan pantai Marapokot, malah berujung maut bagi anggota keluarga itu.

Baca: Breaking News: Satu Keluarga Asal Boawae Tenggelam di Pantai‎ Marapokot

Mereka terseret arus saat mandi bersama di pantai Marapokot pada Sabtu, 15 Juli 2017 lalu sekitar pukul 16.20 wita.

Insiden tersebut telah mengorban Intan (16), Asmawati Safrudin (36), Ain (16), dan Jalaludin (45).

Intan dan Ain adalah anak kandung dari almahrum Jalaludin. Sementara Asmawati adalah keponakan Dan Muhamad Efendi (25).

‎Kedua, pada Kamis, 19 Oktober 2017 lalu, naas menimpa Daeng Masiga (70).

Nelayan asal Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan itu tewas tersangkut di rumpon yang letaknya 40 mil dari Pelabuhan Marapokot.

Baca: Diduga Jatuh dari Kapal, Seorang Nelayan Tewas 40 Mil dari Pelabuhan Marapokot

Rumpon adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut.

Korban diduga meninggal karena jatuh sendiri dari Kapal Sinar Iksan yang hendak menuju pelabuhan Marapokot.
Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleWali Kota Kupang Minta Pemuda Katolik Kontrol Pemerintah
Next Article Pelaku Pariwisata Tolak Pembangunan Semenisasi di Kawasan Kelimutu

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.