Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pelaku Pariwisata Tolak Pembangunan Semenisasi di Kawasan Kelimutu
NTT NEWS

Pelaku Pariwisata Tolak Pembangunan Semenisasi di Kawasan Kelimutu

By Redaksi13 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores, NTT (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Puluhan pelaku pariwisata Danau Kelimutu Ende menolak pembangunan yang bersifat semenisasi.

Mereka menilai, pembangunan tersebut merusak lingkungan alam kawasan Danau Kelimutu.

Koordinator pelaku pariwisata Danau Kelimutu Hans Bata Sam menyatakan, sejumlah pembangunan yang menggunakan beton sangat menganggu pemandangan wisatawan.

“Kami hanya minta satu, hentikan pembangunan yang bersifat semenisasi di kawasan Danau Kelimutu,” katanya di Balai Taman Nasional Kelimutu, Jalan El Tari Ende, Senin (13/11/2017).

“Kami sangat mencintai Kelimutu dan sekali lagi kami minta hentikan,” tambah dia.

Ia membeberkan sejumlah proyek yang terjadi di kawasan Danau Kelimutu. Mulai proyek anjungan, jalan setapak, tembok penyokong hingga papan informasi.

Semua proyek tersebut, jelas dia, menggunakan material bersifat semenisasi.

Hans mengatakan, sekitar lima titik pembangunan secara bersama. Menurut dia, kegiatan tersebut sangat merusak keindahan danau tiga warna Kelimutu.

Para pelaku pariwisata menginginkan Danau Kelimutu yang natural.

“Biarkan (Kelimutu) berjalan alami. Jangan sentuh dengan pembangunan semenisasi,” katanya.

Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Kelimutu (TNK) Benediktus Rio Wibawanto mengatakan usulan pelaku pariwisata akan disampaikan kepada Kepala Balai TNK Persada Agussetia Sitepu.

“Saya akan sampaikan Kepala Balai. Saya minta teman-teman bertahan karena pak Kepala yang bertugas luar,” kata Rio.
Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleLaut Seputar Pelabuhan Marapokot Kembali Telan Korban Jiwa
Next Article Pilgub NTT dalam Pusaran Emosional

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.